Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 3.517 Wartawan Lolos Seleksi Fellowship Perubahan Perilaku

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 14 Oktober 2020 | 15:05 WITA Tag:
  Ilustrasi


Hargo.co.id, JAKARTA – Setelah membuka pendaftaran selama delapan hari yakni sejak 3 hingga 11 Oktober 2020, Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku akhirnya ditutup. Dari 4.963 pendaftar, sedikitnya 3.517 wartawan dari seluruh Indonesia lolos seleksi Fellowship Jurnalisme  Perubahan Perilaku yang diselenggarakan Dewan Pers dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 itu.

“Selanjutnya, para peserta akan mendapatkan pembekalan melalui lima kelas virtual pada hari ini,” tutur Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers yang juga Ketua Tim Kerja FJPP, di Jakarta, Rabu (14/10).

Agus  mengatakan, animo jurnalis untuk mengikuti program ini sangat tinggi, terlihat dari pendaftar yang mencapai 4.963 orang sejak registrasi dibuka pada 3 Oktober 2020.

BACA  Tim Resmob Rajawali Ringkus Dua Pelaku Pencurian di Kota Gorontalo

“Sampai pendaftaran gelombang pertama ditutup pada 11 Oktober peminat masih bertambah. Kami memutuskan untuk membuka pendaftaran gelombang kedua, dibuka mulai hari ini dan ditutup pada Minggu 18 Oktober 2020,“ ujar Agus.

Tim Kerja FJPP yang terdiri dari perwakilan asosiasi perusahaan media dan asosiasi jurnalis  konstituen Dewan Pers secara marathon melakukan verifikasi dan seleksi untuk kemudian ditentukan 3.517 peserta yang lolos. “Seleksi meliputi administrasi sesuai persyaratan kuota provinsi, media, jenis platform,  ” tutur Agus.

Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku merupakan program dengan tiga kegiatan utama. Pertama, menggalakkan pemberitaan pers berperspektif perubahan perilaku guna pencegahan penularan Covid-19.  Kedua, memperkaya konten berita media yang menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan.

BACA  Proyek Jalan Pilolalenga - Biluhu Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Ketiga, melibatkan wartawan sebagai agen perubahan perilaku melalui peningkatan peran pers sebagai institusi dengan fungsi edukasi publik dalam menghadapi bencana nasional.

Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku terbuka bagi jurnalis di seluruh Indonesia yang berminat untuk berkontribusi dalam mengakhiri pandemi Covid-19. Program ini terutama untuk jurnalis yang sedang mengalami kesulitan karena medianya terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Hery Trianto menambahkan, masih terbuka bagi jurnalis di 24 provinsi, termasuk DKI Jakarta,  untuk mengikuti program karena memiliki jumlah pendaftar di bawah kuota yang ditentukan tim kerja.

BACA  Adian Napitupulu Temui Pendemo di Kantor Polisi

Dia mengatakan para jurnalis bisa mendaftar secara daring melalui portal www.ubahlaku yang kembali dibuka sejak pagi ini. “Mekanismenya simpel, bila persyaratan lengkap, hanya perlu waktu sekitar 5 menit untuk register,” tandasnya.

Saat ini, masih terbuka kuota peserta program sejumlah 2.283 orang untuk semua platform media baik cetak, online, televisi, dan radio.  Total kuota yang kami siapkan 5.800 orang.

“Dari pengalaman gelombang pertama, jurnalis radio paling sedikit yang mendaftar, jadi kesempatan mereka masih terbuka lebar. Namun, untuk platform juga masih terbuka kesempatan.” tutup Hery. (rwf/rilis/hg)


Komentar