Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 38 Penyelenggara Pilkada Berurusan dengan Bawaslu

Oleh Wawan Gusasi , dalam Bawaslu Headline , pada Jumat, 3 Juli 2020 | 14:05 WITA Tag:
  Ilustrasi.


Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 38 penyelenggara Pilkada di Bone Bolango kini berurusan dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Alasannya, mereka disinyalir tidak bersikap profesionalisme dan menjaga integritas penyelenggara pemilu.

Diduga, 38 orang penyelenggara ini memberikan dukungan kepada salah satu kandidat calon perseorangan. Mereka terdiri dari empat orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), 23 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panwascam 1 orang dan 10 orang Panwaslu Kelurahan/Desa.

Komisioner Bawaslu Bone Bolango, Alti Mohamad, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya saat ini tengah melakukan proses klarifikasi kepada penyelenggara Ad Hoc. Karena didapatkan bukti memberikan dukungan KTP kepada para paslon yang ada di Bone Bolango.

BACA  Situs DPR Diretas Jadi Dewan Pengkhianat Rakyat, Pelaku Langsung Diburu

“Awalnya pada tanggal 23 Juni salah satu staf Bawaslu Gorontalo melakukan pencermatan dari formulir dukungan dan didapat  ada nama-nama penyelenggara pemilu Ad Hoc, baik itu PPK, PPS, Panwascam dan PPL yang memberikan dukungan kepada pasangan calon independent,” ujar Alti.

Setelah mendapatkan temuan tersebut, Bawaslu berkoordinasi dengan KPU Bone Bolango. Untuk mencocokkan data tersebut, sesuai NIK yang tertera dalam formulir B1 KWK. Yaitu dukungan calon perseorangan.

“Tanggal 27 Juni kami ke KPU. Dan kami melakukan pencermatan maka elemen data tersebut sama. Sehingga pada tanggal 28 Juni kami Bawaslu Kabupaten Bone Bolango melakukan pleno menaikkan menjadi temuan dugaan pelanggaran etik kepada penyelenggara. Karena penyelenggara tidak boleh memberikan dukungan,” kata Alti.

BACA  23 Presenter TV Nyanyi Bareng, Ini Penjelasan Pak Doni Monardo

Pada 29 Juni Bawaslu telah memanggil para penyelenggara ad hoc tersebut untuk diperiksa dan memberikan klarifikasi.

“Semuanya kita panggil. Dan dari hasil klarifikasi semuanya menyampaikan bahwa mereka tidak mengetahui kalau sudah memberikan dukungan. Hanya ada delapan orang yang mengakui memberikan dukungan tapi sebelum menjadi penyelenggara,” kata Alti.

BACA  Sweet Seventeen, 34 Orang Pemilih Pemula Dapat Kado dari KPU

Untuk itu Bawaslu tetap melakukan pengembangan, dengan memanggil tim dari pasangan calon.  Sayangnya jawaban tim pasangan calon menyulitkan Bawaslu untuk melakukan pengembangan.

“Jawaban dari tim, mereka mempunyai banyak tim yang berada di jajaran bawah, sehingga kami fokuskan saat in mencari siapa yang memalsukan tanda tangan tersebut, dan sementara kami tetap akan terus kembangkan. Kami juga menduga masih ada lagi penyelenggara ad hoc yang bisa terlibat karena saat ini sedang dilakukan verifikasi faktual di lapangan. Kami akan menunggu laporan dari panwascam,” pungkasnya. (wan/hg)


Komentar