Senin, 21 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebelum Pleno, Begini Kondisi KPU Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 25 Oktober 2016 | 09:32 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo – Beberapa jam sebelum pleno penetapan pasangan calon (Paslon) Gubernur Gorontalo ketegangan sempat terliha di halaman kantor KPU Provinsi Gorontalo.

Personel pengamanan dari Polda Gorontalo, Polres Bone Bolango dan Polres Gorontalo Kota sudah bersiaga.

Termasuk sejumlah alat penghalau massa seperti mobil taktis huru-hara maupun water cannon.

Hingga pukul 11.00 wita, suasana di kantor KPU Provinsi Gorontalo belum banyak berubah.

Rapat pleno penetapan pasangan calon yang sedianya digelar pada pukul 09.00 wita molor lantaran menunggu Ketua bersama tiga anggota KPU Provinsi Gorontalo.

BACA  Kinerjanya Ditafsirkan Rendah, Ini Penjelasan Pemprov Gorontalo

Pasalnya, Ketua KPU Provinsi Gorontalo Muh.N Tuli bersama tiga anggota KPU Provinsi Gorontalo Ahmad Abdullah, Maspa Mantulangi dan Selvi Katili masih berada di luar daerah.

Sehingga rapat pleno tak bisa digelar karena pada saat itu hanya ada satu anggota KPU. Yakni Verrianto Madjowa.

Sempat beredar kabar bila Ketua dan tiga anggota KPU Provinsi Gorontalo akan tiba di Gorontalo pada pukul 15.00 wita. Namun, lagi-lagi, hingga pukul 16.00 wita, rapat pleno belum juga dilaksanakan.

BACA  Dapat Dukungan dari Australia, Penyandang Disabilitas di Gorontalo Dapat Pelatihan Menjahit

Informasi yang beredar bila rombongan Ketua dan tiga anggota KPU Provinsi Gorontalo bertolak dari Jakarta menuju ke Manado. Diperkirakan, rombongan akan tiba di Manado pada pukul 19.00 wita, dan langsung bertolak ke Gorontalo.

Rapat pleno penetapan pasangan calon sempat dibuka pada pukul 20.00 wita oleh Anggota KPU Provinsi Gorontalo Verrianto Madjowa didampingi Sekretaris KPU Provinsi Gorontalo Ardin Danial.

BACA  Ketua BPK RI Minta Pemda di Indonesia Timur Belajar Pengelolaan Keuangan Dari Gorontalo

Namun, pasca dibuka rapat langsung diskorsing hingga tiga jam kemudian. Skorsing dilakukan lantaran peserta rapat tak memenuhi kuorum.

“Rapat pleno sudah kami buka tadi sekitar pukul 20.05, namun karena anggota komisioner hanya saya sendiri maka rapat pleno penetapan harus diskorsing selama tiga jam. Nanti akan dibuka lagi,” kata Verrianto Madjowa.

Laman: 1 2


Komentar