Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebelum Vaksin Korona Ditemukan, Duterte Tak Izinkan Siswa Masuk Sekolah

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Minggu, 31 Mei 2020 | 02:05 WITA Tag: , , ,
  Presiden Filipina Rodrigo Duterte tidak akan mengizinkan siswa kembali ke sekolah sampai vaksin Covid-19 tersedia. (Newsweek)


Hargo.co.id, MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte tidak akan mengizinkan siswa kembali ke sekolah sampai vaksin Covid-19 tersedia. Padahal beberapa negara lain sudah melanjutkan kelas secara tatap muka.

Jadwal di Filipina, anak-anak akan kembali ke sekolah pada akhir Agustus. Ada lebih dari 25 juta siswa sekolah dasar dan menengah belum kembali ke kelas sejak ditutup pada bulan Maret ketika penularan virus terjadi di Filipina.

BACA  Usai Uji Klinik, Vaksin Covid-19 Segera Didistribusi ke Gorontalo

Dalam pidato yang ditayangkan Senin malam (25/5), Duterte mengatakan risikonya terlalu besar jika siwa kembali ke sekolah. “Kecuali saya yakin mereka benar-benar aman, percuma saja membicarakan pembukaan kelas,” kata Duterte seperti dilansir dari Jawapos.com, Rabu (27/5).

“Buat saya, vaksin dulu. Kalau vaksinnya sudah ada, maka tidak apa-apa (sekolah),” katanya

Meskipun para peneliti telah meluncurkan upaya global untuk mengembangkan vaksin dengan cepat, tapi belum jelas kapan kandidat yang layak akan terbukti dan didistribusikan dalam skala besar. Sekolah biasanya berjalan dari Juni hingga April di Filipina.

BACA  Penanganan Covid-19 di Kota Gorontalo, Sangat Baik

Kementerian Pendidikan Filipina telah mengumumkan campuran langkah-langkah pembelajaran jarak jauh, termasuk kelas online. Padahal, jutaan orang hidup dalam kemiskinan yang parah di Filipina dan tidak memiliki akses komputer di rumah untuk mengikuti kelas online.

BACA  Satgas Covid-19 Ajak Patuhi Protokol Kesehatan Saat Peringati Maulid

Pandemi telah membuat anak-anak di seluruh dunia hanya berada di rumah selama berbulan-bulan. Jumlah kasus Coronavirus di Filipina mencapai lebih dari 14.300 termasuk 873 kematian.(nas/mhv/jawapos/hg)

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul: “Duterte Larang Anak Masuk Sekolah Sampai Vaksin Korona Ditemukan”. Pada edisi Rabu, 27 Mei 2020.

Komentar