Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebulan Lebih Menghilang, Jasad Kakek Sanan Ditemukan Membusuk

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Friday, 8 September 2017 | 16:17 PM Tags: , ,
  

Hargo.co.id – Setelah dinyatakan hilang selama 43 hari, jasad Sanan Haladja (57) akhirnya ditemukan membusuk di sungai di batas Desa Mulyonegoro dengan Desa Bukit Aren, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, kemarin, Kamis (7/9).

Jasad kakek Sanan ini ditemukan oleh Hadi Mertosono (53) warga Desa Mulyonegoro, pulubala, tepat pada pukul 10.30 Wita saat hendak pergi berkebun. Hadi kaget saat mengetahui ada jasad manusia dalam posisi terlentang dan terapung di tepi sungai yang menjadi batas desa tersebut. Kondisinya mengenaskan.

Beberapa bagian tubuhnya sudah hancur dan terpisah. Setelah memastikan itu adalah jasad manusia, lantas Hadi melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Warga pun beramai-ramai langsung datang ke lokasi dimana ditemukannya jasad Sanan. Padahal lokasinya sejauh 2 kilometer dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Identitas jasad tersebut diketahui keluarga korban dengan mengenali pakaian yang dikenakan korban saat terakhir kali terlihat. Proses evakuasi pun dilakukan pihak Polsek bersama Puskesmas Pulubala yang juga dibantu Babinsa dan warga setempat. Meski dengan medan yang terjal, akhirnya jasad korban bisa dievakuasi ke Puskesmas Pulubala untuk di otopsi. Kakek Sanan meninggalkan 3 anak dan satu orang isteri.

Dari keterangan adik kandung korban, Sardin Haladja (49), Sanan memang sudah mengalami gangguan jiwa selama 20 tahun lebih dan sering keluar rumah hingga berhari-hari.

“Sampe-sampe di Tilamuta sana dia jalan kaki pak. Kadang nanti dikasih tahu tetangga kalau kakak saya sudah ada di sana (Tilamuta) lagi,” kata Sardin.

Kapolsek Pulubala, Ipda Muhidin Yudi Setiawan membenarkan penemuan mayat ini. “Dari keterangn keluarga, korban memang sudah mengalami gangguan jiwa selama 20 tahun silam,” ungkap Yudi. saat ditemui di Polsek Pulubala, kemarin.

Ditambahkannya, dalam proses evakuasi pihaknya bersama Babinsa dan Puskesmas yang juga dibantu warga hanya terkendala dengan terjalnya tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya jasad tersebut.

“Sungai yang menjadi batas desa ini sangat terjal, sehingga tadi sempat memakan waktu lama. Kondisi jasad juga sudah rusak, bahkan sebagian anggota badan korban sudah copot,” tutup Yudi.(tr-56/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar