Selasa, 25 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sejarah Perjuangan Gorontalo Harus Masuk Bahan Ajar

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Selasa, 30 November 2021 | 16:05 PM Tag: , ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin

Hargo.co.id, GORONTALO – Sejarah perjuangan Gorontalo perlu masuk dalam bahan ajar untuk Muatan Lokal (Mulok). Alasannya, agar sehingga alam penyusunannya perlu mengangkat soal sejarah yang berkaitan dengan budaya.

Ini ditegaskan Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin mengingat saat ini Dinas Pendidikan Gorontalo Utara tengah menyusun bahan ajar untuk Mulok.

“Salah satu yang perlu diangkat, yakni, sejarah perjuangan Gorontalo 23 Januari 1942. Itu merupakan satu peristiwa bersejarah, peristiwa sakral yang melahirkan Gorontalo menjadi satu daerah yang merdeka,” ungkapnya.

Lanjut kata Indra Yasin, peristiwa itu tidak boleh dilupakan atau justru tidak diketahui generasi masa kini dan kedepannya. 

“Ingat, 23 Januari 1942 tidak lepas dari perjuangan Bangsa Indonesia. Karena pada tahun 1942 itu, Gorontalo sudah berani menyatakan merdeka dari penjajahan kolonial Belanda. Padahal, Indonesia sendiri nanti 1945 baru menyatakan merdeka. Sehingga 23 Januari 1942 ini merupakan embrio menuju perjuangan 1945 dan ini harus kita salurkan ke anak-anak. Jangan sampai mereka menganggap 23 Januari 1942 tidak punya arti sejarah,” tegas Indra Yasin.

Di satu sisi, semua daerah di Indonesia memainkan peranan penting sebelum tercetusnya tahun kemerdekaan Indonesia pada 1945. Sebab itu, Indra Yasin berharap, masyarakat Gorontalo tidak boleh kehilangan jejak sejarahnya. 

“Gorontalo mempunyai sumbangsih yang besar bagi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan itu perlu ditanamkan kepada masyarakat Gorontalo. Terlebih kepada anak didik kita bahwa kita pejuang sebelum merdeka, tapi kita sudah berjuang untuk merdeka,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar