Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sekapur Sirih: Syaiful Bahri Ruray

Oleh Jamal De Marshall , dalam Persepsi , pada Minggu, 22 Juli 2018 | 12:00 WITA Tag:
  Syaiful Bahri Ruray


Hargo.co.id – USIA muda dan pendidikan, adalah dua frasa yang sangat menentukan masa depan sebuah bangsa. Negara maju dimana pun selalu menyiapkan generasi mudanya dan pendidikannya untuk menjadi penerus bahkan pioneer untuk kemajuan kualitatif bangsa tersebut.

Karena kemajuan tidak dapat diperoleh secara gratis tanpa generasi terdidik yang dipersiapkan dengan baik dan terencana. Kemajuan tidak datang dengan sendirinya tanpa upaya keras untuk menjemputnya.

Adapun Islam, mengajarkan bahwa proses belajar itu, justru tidak harus terperangkap sang waktu dan tempat. Kita diwajibkan untuk menuntut ilmu sepanjang hayat (long life education), hingga liang lahat. Learning society menjadi sebuah kewajiban kolektif bagi umat Islam.

Bahwa apa yang kita saksikan pada abad modern di Asia dengan Jepang hari ini, adalah upaya pendidikan dan persiapan generasi mudanya yang panjang yang dilakukan bangsa itu sejak Restorasi Meiji berabad silam. China yang berkembang pesat menjadi naga Asia, tidak dapat lepas dari upaya Deng Xiao Ping yang demikian cepat mereformasi negara ini menjadi kekuatan baru dunia hari ini.

Demikian halnya dengan negara-negara kecil seperti Qatar, Taiwan, Hongkong, Singapore, Dubai (Uni Emirat Arab), dan lainnya, dengan cepat menjadi kekuatan ekonomi baru karena tidak sekedar mengandalkan luas geografisnya yang terbatas itu, tapi meletakkan strategi pembangunan utamanya pada manusia sebagai titik sentral perubahan (human based development).

Dalam sebuah briefing tertutup, Ir.Saleh Khalid, Ketua Umum PB HMI, di lantai 3 Serimpi, 1986, menyampaikan hal yang sama bahwa HMI adalah ‘the second university’ yang berbasis ‘human based oriented.’ Karena organisasi ini menjadi kawah candradimuka mempersiapkan kualitas generasi muda untuk menjemput masa depan bangsa ini yang lebih baik dan kompetitif di era globalisasi.

Memasuki era serba disruptive  sekarang (Era of Disruption, Rhenald Kasali), lebih membuka mata kita bahwa tema sentral briefing tersebut kini hadir didepan mata kita, menjadi sebuah fakta tak terbantahkan. Kompetisi global demikian dekat hadir didepan mata kita dimanapun kita berada, dengan banjir bandang informasi, kemajuan IT,  korporasi dan kapitalnya yang semakin mendunia, batas-batas negara hanyalah urusan administratif belaka.

Bagi bangsa-bangsa yang tidak, akan mengalami kehancuran sebagaimana kata Kennichi Ohmae (The End of Nations State). Kita tidak bisa lagi mengabaikan perubahan-perubahan semesta ini tanpa mempersiapkan diri secara matang untuk menyesuaikan diri dengan tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa.

Dalam konteks generasi muda dan pendidikan itulah, persiapan sesungguhnya harus diletakkan dan dipersiapkan agar kita tidak tinggal sejarah belaka. Betapa banyak bangsa besar yang tergulung habis dalam sejarah, lihatlah Yunani, Romawi, hingga Uni Soviet, dan fenomena Eropa dan Timur Tengah dewasa ini, ada yang menjadi menjadi hilang dan porak-poranda ditelan perubahan dan konflik yang tiada hentinya (The Rise and Fall of The Great Power, Paul Kennedy).

Dunia tengah berubah demikian cepatnya. Bagi HMI, fenomena global ini harus dimaknai sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat sistem pendidikan bagi generasi mudanya, untuk menjadi bagian dan aktor dalam perubahan global dewasa ini. Tidak dapat tidak, sebuah tempat bercokol, mendidik diri, sebuah kawah candradimuka, haruslah dipersiapkan secara matang untuk. Dan itu diawali dengan membangun sebuah sekretariat sebagai pusat pergerakan.

Dari situlah semuanya berawal, membangun dan meredefenisi identitas Indonesia sebagai ‘nation state’ sekaligus merumuskan peran dan posisi Islam dalam konteks perubahan Indonesia, sebagai cita-cita awal HMI didirikan oleh pemuda Lafran Pane di Sekolah Tinggi Islam di Jogja, pada 5 Februari 1947 itu, di-update-kan kembali. Agar kita tidak menjadi ‘the lost generation’ yang tenggelam tinggal sejarah dalam arus perubahan global yang sedemikian cepatnya berlangsung kini.

Dunia sekarang sedang mengarah ke Asia Pasifik sebagai episentrum baru aktifitas global (Asia, The New Hemisphere of The World, Kishore Mahbubani). HMI Manado yang terletak di Pacific Rim ini, harus mampu membaca arah perubahan global. Lalu merumuskan peranannya karena kita berada dalam arena besar perubahan itu. Asia Pasifik akan menjadi arena baru, dimana 500 tahun abad Eropa dan Amerika akan berakhir dan peradaban sementara beralih ke kawasan Asia (Easternisation, the War and Peace in Asia Pacific Century, Gideon Rachman).

Membangun sekretariat ini bagi HMI Manado, jelas bukan sekedar sebuah upaya merevitalisasi ikatan emosional- ideologis anak bangsa yang pernah berhimpun didalamnya semasa kuliah. Tetapi sekretariat bagi HMI Manado itu adalah sebuah proyek raksasa untuk menjemput masa depan bangsa.

Ia bukan sekedar hal biasa-biasa lagi. Dalam arti tidak dapat dipandang dalam perspektif ‘business as usual’…mari kita serius 100 persen mewujudkan cita-cita ini dengan sedikit memberi dan berbagi, tokoh Islam telah mengajarkan didalam milik kita ada milik umat, berbagi dan memberi adalah bagian sikap ‘thaharah’, membersihkan diri kita agar tidak ditelan debu duniawi.

Bagaikan manusia Jepang, kita berada di dalam ‘bushido’…jalan satria, jalan samurai, sebagai pembawa pembaharuan bagi generasi terdidik, walau itu hanya melalui sedikit upaya berbagi dari masing-masing kita. Janji Allah tidak pernah ingkar, bahwa tidak ada manusia yang jatuh miskin karena berbagi, bahkan melalui berbagi itulah  menjadi pembuka pintu rezeki.

Marilah kita menjadi bagian dari upaya kecil yang raksasa ini, untuk menjadi bagian dari motor perubahan besar, menjadi ‘engine of changes.’ Walaupun hanya sebutir sekrup dalam engine itu ia adalah bagian penting dari sebuah sistem yang integrated. Karena tanpa sekrup kecil, mesin sebesar apapun, sehebat dan secanggih apapun, tidak akan berjalan dengan mulus. Tabe,…let’s going forward. [21July 2018]

Oleh: Syaiful Bahri Ruray

Penulis adalah

-Ketua Umum HMI Cabang Manado 1986 – 1987

-Sekretaris Jenderal PB HMI Periode 1988 – 1990


Komentar