Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sekda Bantu Promosi Produk UMKM Lokal Lewat Medsos

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 2 Oktober 2020 | 02:06 WITA Tag:
  Sekda Provinsi Gorontalo, Darda Daraba (kemeja hitam) saat melihat produk olahan pangan lokal dari UMKM, dalam kegiatan Talkshow bertemakan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal, di Grand Palace Convention Center Kota Gorontalo, Kamis (1/10/2020).


Hargo.co.id, GORONTALO – Olahan pangan dari UMKM di Provinsi Gorontalo harus diketahui oleh seluruh Masyarakat lokal maupun luar melalui media sosial, bahkan Pemerintah juga harus berperan aktif untuk mempromosikan olahan pangan lokal non beras dari para pelaku usaha tersebut.

Itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan talkshow bertemakan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal, yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, di Grand Palace Convention Center Kota Gorontalo pada Kamis (1/10/2020).

“Saya katakan tadi kepada ibu-ibu UMKM bahwa makanan yang dipertontonkan sungguh luar biasa bagus, foto sebagus mungkin, tulis apa nama dan bahannya serta harganya juga, masukan di toko tani dan medsos, nanti kami juga akan ikut memasarkannya. Kita sebagai pemerintah akan membantu para pelaku usaha untuk memasarkan makanan non beras ini,”kata Darda Daraba.

BACA  Sekda Harap, Pokja PKP Ciptakan Sinergitas antar Sektor

Lanjut Sekda juga mengungkapkan bahwa Provinsi Gorontalo memang kaya akan pangan lokal, tentunya pemerintah akan sangat bangga dengan UMKM yang mengelola hasil pangan yang ada.

“Saya rasa luar biasa, hari ini Dinas Pangan mengadakan acara khusus untuk bisa memperkenalkan kepada masyarakat bahwa pangan lokal atau non beras ini bisa diolah sedemikian rupa, tentunya ini merupakan pengganti nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh yang tidak didapat dari makanan lain,”ungkap Sekda Provinsi Gorontalo.

Sebelumnya Kadis Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno dalam sambutannya menuturkan diversifikasi pangan lokal ini merujuk pada surat edaran Menteri Pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19, maka ketahanan pangan keluarga menjadi sangat penting.

BACA  Pastikan Protkes, Ormawa UNG Bantu Pencegahan Covid-19

“Gerakan atau kampanye diversifikasi pangan ini diikuti oleh ibu ibu Darma Wanita, ASN dan komunitas, tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan dari konsumsi beras, sehingga hari ini kami mengedukasi sekaligus promosi pangan lokal,”tutur Sutrisno

Dijelaskan Sutrisno, pihaknya juga ingin menjamin ketersediaan pangan lokal secara mandiri, sehingga dapat mengembangkan pangan lokal seperti jagung, ubi ubian, pisang dan sebagainya agar tersedia pangan lokal secara mandiri.

“Diversifikasi pangan ini juga dilaksanakan untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat dengan menanam aneka ragam pangan baik itu sayuran, buah buahan, protein dan juga pangan lokal yang sehat,”jelas Sutrisno.

BACA  Bone Bolango Masuk Zona Merah, Ini yang Dilakukan Dikes

Dirinya juga menambahkan, dimana seluruh pihak harus bertekad untuk mengurangi konsumsi beras dan saat ini masih kebanyakan mengimpor beras karena konsumsi beras masih sangat tinggi.

Dalam waktu pertahunnya saja setiap 1 orang bisa 170 sampai 180 kg beras, semmentara konsumsi jagung baru 14 kg perkapita per tahunnya, sementara untuk pisang masih di bawah 10 kg per orang.

“Dengan melihat angka tersebut kita akan tingkatkan konsumsi jagung, pisang dan aneka pangan non beras bagi masyarakat. Karena makan non beras seperti jagung dan pisang ini sehat,”Tutup Sutrisno.(zul/adv/hg)


Komentar