Senin, 12 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sekdaprov Gorontalo Ikuti Market Sounding Proyek KPBU RSUD Ainun Habibie

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 1 Desember 2020 | 10:05 WITA Tag:
  Sekretaris daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba saat mengikuti Market Sounding secara virtual di ruang Huyula, Selasa (1/12/2020). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali menyelenggarakan Market Sounding (kegiatan penjajakan minat pasar) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Gorontalo dr. Hasri Ainun Habibie yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (1/12/2020).

Market sounding kembali dilakukan karena pada saat pemasukan dokumen penawaran tidak ada investor yang memasukkan penawaran. Hal ini membuat pelelangan pengembangan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie melalui skema KPBU dinyatakan gagal, sehingga dibuka peluang dengan melakukan market sounding kembali.

BACA  KIP Minta KID Gorontalo Optimalkan Pelayanan Informasi Masyarakat

“Market sounding yang kita laksanakan ini pasca selesainya lelang tahap pertama, karena tidak ada inverstor yang melakukan penawaran, maka pembangunan RS Ainun melalui KPBU dinyatakan gagal lelang. Sehingga dibuka kembali dengan proses market sounding,” kata Darda.

Sekda Darda yang selaku Penanggungjawab Proyek Kerjasama (PJPK) KPBU menjelaskan, gagalnya lelang ini disebabkan di mana tidak ada peserta yang memasukan penawaran dengan berbagai variasi alasan, diantaranya kondisi pandemi covid-19 yang menyebabkan ada resiko ketidakpastian aspek pengadaan alat kesehatan yang perlu waktu tambahan koordinasi dengan para pelaku (distributor, agen bahkan principle).

“kemarin saat pemasukan penawaran itu tepat pada masa pandemi. Jadi kira kira investor agak ragu memasukkan penawaran. Kita akan coba lagi setelah covid ini mereda, mudah mudahan ada investor yang tertarik,” ungkap Darda.

BACA  Seriusi Penanganan Covid-19, Gubernur Gorontalo Kerja Sama Dengan PT. Pindad

Selain itu, Ia menyebutkan batasan waktu yang diberikan kepada peserta untuk melakukan proposal terlalu cepat. Kebimbangan atas jaminankelangsungan pembayaran AP tanpa penjamin PII menjadi pertimbangan risiko serta potensi kurangnya dukungan lembaga kuangan dalam skema investasi.

“Sehingga analisis uji tuntas kelayakan oleh peserta sendiri , belum memberikan nilai yang cukup,” jelas Darda.

Darda mengatakan, saat ini Simpul KPBU, Tim KPBU bersama Konsultan Final Bussines Case (FBC) sedang mengidentifikasi dinamika fluktuasi peta permasalahan aspek kelayakan KPBU yang berkembang dan menyiapkan penyesuaian FBC guna memenuhi keseimbangan kepentingan publik dan badan usaha.

BACA  Perusahaan Nasional Tertarik Produksi Jagung Asal Gorontalo

“Kami berharap dan berdoa agar market sounding ini lancar dan langsung ada calon investor untuk membangun rumah sakit Provinsi Gorontalo ini,” harapnya.

Market sounding ini dihadiri Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM dan Direktur Pengembangan Penandaan Pembangunan Bappenas selain itu, dihadiri 100 peserta meliputi Tim KPBU, Simpul KPBU, Konslutan KPBU, Panitia Pengadaan KPBU, LKPP serta investor.(zul/adv/hargo)


Komentar