Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sekolah dan Kampus Perlu Terapkan Larangan Bersalaman Sementara?

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 5 Maret 2020 | 03:05 WITA Tag: ,
  Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian. Foto: Humas DPR


Hargo.co.id, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, perlu tidaknya larangan bersalaman sementara di sekolah untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, sebaiknya diputuskan oleh Kementerian Kesehatan.

Hal ini disampaikan Hetifah, ketika ditanya perlu tidaknya larangan itu diberlakukan. Walaupun sejumlah sekolah swasta, muridnya tidak diharuskan lagi menyalami guru yang menunggu di depan kelas. Seperti yang terpantau di salah satu sekolah di Kota Depok sejak Selasa (3/3).
“Sebaiknya tidak parsial-parsial. Yang bagus ada SOP dari Kemenkes untuk semua. Kemendikbud melaksanakan kebijakan dan petunjuk Kemenkes di lingkungan pendidikan seperti sekolah dan kampus. Apa yang disosialisasikan, petunjuk umum apa yang harus atau tidak perlu dilakukan dikeluarkan Kemenkes,,” ucap Hetifah saat dihubungi jpnn.com, Rabu malam (4/3).

BACA  Kapolda Sebut Bom di Katedral Makassar Jenis High Explosive

Legislator asal Kalimantan Timur ini juga mengimbau Kemendikbud untuk menjadi pihak yang aktif menyosialisasikan mengenai pencegahan virus corona ini.
“Sebarkan informasi seluas-luasnya melalui berbagai media yang dimiliki Kemendikbud, seperti youtube, atau infografis di media sosial,” kata politikus Golkar ini.

BACA  Kapolri Sebut Terduga Teroris di Katedral Makassar Jaringan JAD

Selain itu, Kemendikbud sebaiknya menginstruksikan kepada para guru dan kepala sekolah untuk memberikan pemahaman kepada murid mengenai hal ini.

“Karena guru dan kepala sekolah adalah pihak yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan siswa. Kami harap bisa memberi penjelasan yang benar di tengah kesimpang siuran informasi,” pintanya.
Hetifah menambahkan, para orang tua juga jangan panik dan ikut membantu mengedukasi putra-putrinya. Sebab, virus Corona menyerang individu yang memiliki kekebalan tubuh rendah, sehingga anak perlu diajarkan untuk makan sehat, minum vitamin, olahraga, dan cuci tangan dengan sabun.

BACA  Lihat Nih, Tumpukan Uang Disita Dari Kasus Korupsi Edhy Prabowo

Sekolah juga lebih memperhatikan aspek sanitasi di sekolahnya. “Di toilet sekolah harus tersedia sabun cuci tangan. Imbau para siswa untuk sering-sering mencuci tangan di jam sekolah, baik itu sebelum makan, setelah makan, atau setelah bermain,” tandasnya.(fat/jpnn)

*Berita ini juga terbit di jpnn.com edisi rabu 04 maret 2020


Komentar