Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sel Sampah TPA Talumelito Ditargetkan Selesai November

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 12 Oktober 2020 | 15:35 WITA Tag: , ,
  Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie didampingi Kepala Dinas PU Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto ketika meninjau pembangunan sel sampah baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Senin (12/10/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pembangunan satu unit sel sampah baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo ditargetkan selesai November 2020 mendatang. Ini terkuak saat kunjungan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ke lokasi, Senin (12/10/2020).

“Sel Sampah dan semua fasilitasnya kami bangun sejak bulan April insyaallah bulan November berakhir. Ini kondisinya sudah 95 persen tinggal beberapa finishing” ungkap Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Gorontalo Nurdiana Habibie.

BACA  Cegah Penyebaran Covid-19, Budayakan '3 M'

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pembangunan infrastruktur itu menelan anggaran Rp14,35 miliar. Selain sel Sampah, ada empat pekerjaan lain yakni instalasi pengolahan Lindi, pekerjaan drainase keliling, jalan operasional, garasi alat berat dan pekerjaan pos jaga.

“Daya tampung sampah sel ini sebesar 194.473,61 m3 dengan kapasitas pengolahan Lindi 12,60 M3 per hari,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Gubernur Rusli meminta agar pengelola TPA Talumelito lebih memperketat jenis sampah yang boleh dibuang ke TPA. Menurutnya, penting bagi pemerintah Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango untuk memaksimalkan TPS 3R agar terjadi pemilahan sampah sebelum ditimbun di TPA.

BACA  Pemprov Gorontalo Siapkan Rp 1 Miliar untuk Lahan Secaba

Tig daerah tersebut sebagai pemasok sampah ke TPA Talumelito. Seharusnya sampah yang dibuang berbentuk residu setelah melalui proses pemilahan. Jika sampah yang ditimbun di Talumelito masih bercampur dihawatirkan usia penampungan yang seharusnya 10 tahun akan lebih cepat penuh.

BACA  Taat Protokol Kesehatan, PMII Demo Omnibus Law Lewat RDP

“Apabila sampah yang dibawa ke sini tidak sesuai peruntukkannya, itu ditolak. Sehingga mereka juga mematuhi prosedurnya. Jangan kita bikin-bikin aturan tanpa pengawasan dan penindakan itu percuma,” tegas Rusli.

Gubernur Rusli meminta agar fasilitas yang dibiayai melalui APBN itu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Ia meminta DLHK membantu untuk melakukan penghijauan dengan menanam pohon-pohon yang rindang di sekitar lokasi.(adv/rwf/hg)


Komentar