Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Selain Nurdin Abdullah, Lima Orang dan Rp 1 M Diamankan KPK

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:05 WITA Tag: , , ,
  Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah


Hargo.co.id, MAKASSAR – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Sabtu dini hari (27/02/2021), mengamankan sejumlah orang.

Artinya, bukan hanya Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diamankan oleh KPK. Terdapat lima orang lagi diduga turut diamankan dalam OTT tersebut. Penangkapan ini berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

BACA  Bos Lama Jadi Tersangka karena Aksi Koboi, Restock.id Ganti CEO

Seperti yang dilansir fajar.co.id, berikut beberapa orang yang diduga turut diamankan Tim KPK:

AS (Kontraktor, 64 Tahun)

N (Sopir AS, 36 Tahun)

SB (Adc Gubernur Sulsel, 48 Tahun)

ER (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan)

I (Sopir Edy Rahmat)

Bukan hanya itu, KPK juga mengamankan barang bukti yang diamankan oleh Tim KPK yaitu 1 (satu) koper yang berisi uang sebesar Rp1 Miliar yang diamankan di Rumah Makan Nelayan Jalan Ali Malaka, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar.

BACA  Antrean Haji Capai Puluhan Tahun, Menag Tiadakan Dana Talangan

Tim KPK kemudian langsung membawa Nurdin Abdullah  dan lima orang ini ke Jakarta setelah sebelumnya dilakukan rapid antigen di salah satu klinik di Makassar.

Sebelumnya Juru Bicara (jubir) Nurdin Abdullah, Veronica Miranty yang coba dikonfirmasi tak menjelaskan secara pasti perihal peristiwa tersebut.

BACA  Harga Ayam Kampung di Kota Gorontalo Tembus Rp 100 Ribu per Ekor

“Tabe, sejauh ini kami belum bisa mengonfirmasi hal ini sekrang. Secepatnya akan kami kabari apabila sudah terima informasi,” katanya melalui pesan Whatsapp ke fajar.co.id, Sabtu (270/2/2021). (msn/fajar/hargo)

 

*) Artikel ini telah tayang di fajar.co.id dengan judul, ‘Selain Nurdin Abdullah, 5 Orang Ini Diduga Diamankan KPK’, Sabtu, 27 Februari 2021


Komentar