Minggu, 25 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Selain Pandemi COVID-19, Indonesia Harus Antisipasi Ancaman Perubahan Iklim

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 30 Agustus 2020 | 21:35 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi Perubahan Iklim (Dok. elcentrodelasamericas.org)


Hargo.co.id, JAKARTA – Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Dirjen PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugardiman mengatakan bahwa Indonesia harus mengantisipasi ancaman dari perubahan iklim. Pasalnya, dampak dari perubahan iklim ini tak kalah bahaya dengan pandemi COVID-19.

“Dampaknya ini sangat luas di segala aspek, termasuk dari sisi ekonomi,” kata Ruandha dalam webinar Indonesia Youth Climate Summit (IYCS) 2020, sebagaimana dilansir JPNN.com, Jumat (28/8).

Untuk itu, dia bersama KLHK terus menyuarakan agar perubahan iklim ini disiapkan langkah antisipasi sejak dini.

BACA  7 Sikap Tegas Pemerintah Menyikapi Demo Tolak UU Cipta Kerja

“Indonesia harus mengantisipasi dampak perubahan iklim akibat kenaikan suhu global yang bersifat gradual, kumulatif dengan resiko yang meningkat seiring waktu dan berdampak ganda,” urai dia.

Ruandha pun menuturkan, Indonesia mengalami peningkatan bencana yang di dominasi bencana hidrometeorologi sejak tahun 2017 berdasarkan data BNPB.

“Dari data BNPB, jumlah bencana meningkat dari 2.372 pada tahun 2017 menjadi 3.824 pada tahun 2019 yang di dominasi bencana hidrometeorologis,” urai Ruandha.

Bencana tersebut menyebabkan kekeringan, banjir, longsor, kenaikan permukaan air laut, dan kebakaran hutan. “Dampak perubahan iklim ini beresiko pada krisis pangan, krisis air, krisis energi serta meningkatkan potensi wabah penyakit,” lanjut dia.

BACA  Sejarawan UI Angkat Bicara soal Film G30S PKI

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi kehidupan manusia saat ini, sekaligus penentu keselamatan bumi.

Indonesia sendiri berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kacasebesar 29 persen dari bisnis as usual tahun 2030 dengan upaya sendiri dalam Persetujuan Paris tahun 2015.

“Emisi dapat turun hingga 41% apabila terdapat bantuan internasional serta meningkatkan resiliensi terhadap dampak perubahan iklim melalui mitigasi dan adaptasi,” kata Ruandha.

BACA  Dokter Reisa Beberkan Strategi 3T dan 3M Satgas yang Berhasil Tekan Pertumbuhan Covid-19

Direktorat Jenderal PPI KLHK merancang strategi untuk melibatkan generasi muda agar berperan aktif mengendalikan perubahan iklim ini sesuai dengan perannya masing-masing.

“Kami sebut dengan aksi perubahan iklim Indonesia atau Indonesia Climate Action Network disingkat ICAN dengan tagline There’s no Planet B. I CAN. Together we can,” tandas Ruandha. (cuy/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Selain Pandemi COVID-19, Indonesia Juga Harus Antisipasi Ancaman Perubahan Iklim“. Pada edisi Jumat, 28 Agustus 2020.

Komentar