Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Selfie, Warga Daena’a Tenggelam di Bendung Paguyaman

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 9 Januari 2017 | 10:46 AM Tag: , ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Ini menjadi peringatan keras bagi warga yang sering berselfie di tempat tempat rawan tanpa memikirkan keselamatan.

Ahmad Palilati (22), warga Desa Daena’a, Kecamatan Limboto Barat jatuh dan terbawa arus sungai Bendung Paguyaman yang terletak di perbatasan Kabupaten Gorontalo-Boalemo, setelah asyik berselfie ria, ahad (8/1).

Informasi dihimpun Gorontalo Post (grup hargo.co.id), Ahmad Palilati berwisata ke Bendung raksasa itu bersama tiga rekannya, masing-masing Hermanto Palilati, Jois Upin dan Rois Deleku sekitar pukul 12.00 Wita.

Korban bersama tiga rekannya turun ke bawah bangunan jembatan untuk mandi. Saat mandi, Hermanto Palilati melihat korban sudah tidak bisa berenang karena kecapean.

Kondisi air sungai yang begitu deras menyeret korban hingga tenggelam, bahkan korban dinyatakan hilang hingga sampai saat ini.

Menurut pengunjung lainnya, sebelum terjatuh ke dalam arus sungai sekitar pukul 13.00 Wita, korban diduga keasyikan mengambil foto di tempat yang cukup ekstrim.

Sehingga kehilangan keseimbangan hingga jatuh dan terseret arus sungai bendung yang terletak di antara Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo dan Desa Olimohulo, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo itu.

Cukup banyak warga yang menyaksikan peristiwa itu. Sebagian besar pengunjung adalah warga yang memanfaatkan bendung Paguyaman sebagai tempat wisata pemandian.

Mereka sempat berusaha menolong korban dengan peralatan seadanya akan tetapi tidak berhasil.

Sekitar pukul 16.00 atau tiga jam setelah kejadian, tim SAR yang dihubungi warga turun ke lokasi dan langsung melakukan pencarian korban.

Namun sayang, hingga berita ini dilansir, korban belum juga ditemukan.

“Jadi jasad korban masih dilakukan pencarian hingga saat ini, karena belum ditemukan. Pencarian dilakukan oleh aparat, dibantu oleh masyarakat setempat,” ungkap Felma, warga Desa Bululi, Kecamatan Asparaga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Boalemo Mus Moha mengatakan, lokasi tenggelamnya Ahmad Palilati berada di wilayah Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Sehingga hal itu merupakan domain BPBD Kabupaten Gorontalo.

“Memang saya memperoleh informasi terkait hal itu, tetapi sudah masuk wilayah Kabupaten Gorontalo. Sehingganya pencarian pun dilakukan oleh BPBD Gorontalo dan Basarnas,” ungkap Mus Moha.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto, SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Supriyatno membenarkan informasi adanya korban tenggelam di Bendungan raksasa tersebut.

“Saat ini kami dengan dibantu oleh tim pencari melakukan pencarian dari titik awal jatuhnya korban,” kata Dedi.(tr-55/tr-30/tr-53/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar