Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sembilan Jam Listrik Gorontalo Padam Total, Sulut-Gorontalo Gelap Akibat Gangguan Interkoneksi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 13 Maret 2017 | 10:54 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Secara mendadak, Ahad (12/3) sekira pukul 14.00 wita listrik se Gorontalo tiba-tiba padam. Pemadaman tidak hanya sebentar, namun berlangsung hingga sembilan jam lamanya. PLN baru bisa menyalurkan listrik sekira pukul 23.00 wita semalam.

Diduga penyebab gangguan listrik gara-gara cuaca buruk yang melanda sistem kelistrikan interkoneksi pada transmisi 150 Kilovolt (KV) Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo). Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, pemadalam listrik secara total ini tak hanya terjadi di Gorontalo, wilayah Sulut seperti area Kotamobagu, Minahasa dan Manado juga terjadi pemadaman.

General Manager PT PLN Suluttenggo Baringin Nababan melalui Deputi Bagian Hukum dan Humas Jantje Rau, mengatakan, pemadaman listrik dilakukan karena terjadi gangguan pada sistem transmisi 150 kV system kelistrikan Sulut-Gorontalo (SulutGo).

BACA  Begini Reaksi Korban Kebakaran di Tomsel Saat Dikunjungi Gubernur Gorontalo

“Kondisi tersebut menyebabkan Area Penyaluran dan Pengaturan Beban atau AP2B system Minahasa, Kotamobagu, dan Gorontalo mengalami hilangnya tegangan pada semua transmisi Gardu Induk (GI) dan pembangkitnya,”terang Rau.

Diakuinya, wilayah SulutGo memang mengalami black out (padam total, red). Baik itu di wilayah Sulut juga Gorontalo. “Saat ini sedang dalam tahap penormalan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,”tulisnya via Whatsapp, di grup Pers PLN Suluttenggo, kemarin.

Kepala PLN Area Gorontalo Nayusrizal juga menyampaikan jika pemadaman terjadi merata di wilayah Sulutgo. “Semuan Sulutgo tadi awalnya padam. Ini lagi diupayakan penormalan sistem interkoneksi Sulut sampai Marisa. Detail (gangguan) nanti ya, kami masih koordinasi dengan unit-unit terkait dulu,”ujar Nayusrizal, kemarin.

BACA  DPRD Minta Aset Daerah di Lokasi Wisata Harus Diperjelas 

Pihak PLN sendiri hingga semalam belum bisa memastikan sumber gangguan yang menyebabkan pemadaman total di seluruh wilayah Sulut dan Gorontalo, apalagi indikasi force mayor tidak ditemukan. “Penyebabnya belum diketahui karena baru bisa diketahui saat pasokan normal kembali.

Kalau tiang roboh atau SUTT (saluran udara tegangan tinggi), pasti langsung ketahuan. Tapi tiang roboh, SUTT saat dikrosscek memang tidak ada di lapangan,”jelas Humas PLN Area Gorontalo, Syaiful Djalil, saat dikonformasi semalam.

Dugaan sementara kata Syaiful, ada jaringan yang tersambar petir, sebab wilayah Sulut, ahad kemarin dilanda hujan lebat. PLN area Gorontalo juga belum mendapat informasi resmi dari PLN Suluttenggo terkait padamnya listrik secara tiba-tiba tersebut.

Saat Gorontalo padam total, Syaiful mengatakan bahwa pihaknya hanya mengandalkan kekuatan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Telaga, untuk menutupi sebagian kecil pasokan listrik. Namun kekuatannya sudah jauh berkurang pasca habis masa kontrak beberapa mesin pembangkit. “Saat ini, daya mampu PLTD tinggal sekitar 6-7 Mega Watt (MW). Kalau dibilang total black out, masih ada sebagian penyulang (jurusan,red) masuk khusus dalam kota karena dilayani PLTD,” ungkapnya.

BACA  Paket Pengadaan Senilai Rp 77 Miliar Selesai Ditender

Sedangkan untuk pasokan listrik dari PLTG Paguat, Syaiful mengatakan saat ini memang sudah masuk dalam sistem transmisi namun masih membutuhkan waktu untuk menstabilkan tegangan dari 150 KV ke 20 KV. “Memang, pembangkit PLTG Paguat aman, tapi kita masih harus atur dulu untuk tegangan dan frekwensinya biar sinkron,” pungkasnya.(axl/jpg/hargo)


Komentar