Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sempat Buat Puisi Perpisahan untuk Ayah

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 2 Maret 2017 | 09:48 WITA Tag: , , , , ,
  


Gorontalo Hargo.co.id – Ratusan siswa SD bersama warga Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo memadati salah satu rumah tepat di Jl Trans Sulawesi, Rabu (1/3). Di rumah ini sudah terdapat dua keranda mayat penuh ornamen adat.

Para siswa itu datang melayat dua rekan mereka yang tewas tenggelam di sungai pulubala. Aulia Humonggio (11) dan Anisa Humongguo (10) kakak beradik yang sehari sebelumnya ditemukan tak bernyawa di sungai dekat rumah mereka. Selain Aulia dan Anisa, ada Alya Pakili (11) yang juga tewas tenggelam.

BACA  Menkes RI Minta Lansia Dan Guru Jadi Sasaran Prioritas Vaksinasi

Alya telah lebih dulu dikebumikan pada pukul 08.30 wita. Tiga bocah yang tercatat sebagai siswa SD Negeri 1 Pulubala ini, bermain di sungai dan tenggelam. Seluruh pelayat seperti tak percaya, jika Aulia, Anisa dan Alya menjadi korban di sungai pulubala. Menurut rekan-rekan mereka, ketiganya sangat ceria dan aktif di sekolah. Namun dalam beberapa hari terakhir, keceriaan itu pudar.

BACA  37 Kepala Keluarga di Dusun Embung Terisolasi

“So jadi pangbadiam dorang dua (Aulia dan Alya, red), padahal biasanya jaga barmain deng torang,” kata Nur Fasya (11), teman sekelas Aulia dan Alya. Hanya saja Nur tak mengira jika itu merupakan tanda, jika rekan sekelasnya itu akan pergi selama-lamanya. Tanda itu tak hanya diperlihatkan Aulia, Alya dan Anisa kepada rekan-rekannya di sekolah.

BACA  Pejabat Kabinda Gorontalo Yang Baru Dan Lama Temui Wagub Gorontalo

Di lingkungan keluarga juga serupa. Anisa bahkan malam sebelum kejadian nahas itu, sempat membuat puisi untuk ayahnya. Ini adalah kali pertama Anisa membuat puisi. Puisi 12 baris yang ditulis pensil di halaman paling belakang buku tulisnya itu, diberi judul Ayah. Puisi ini menggambarkan rindunya terhadap seorang ayah.

Laman: 1 2 3 4


Komentar