Sempat Melarikan Diri, Terdakwa Kasus Narkoba Diringkus di Palu

Terdakwa kasus Narkoba yang sempat melarikan diri akhirnya ditangkap di pelabuhan Kota Palu dan saat ini telah diamankan di Lapas Pohuwato. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sempat melarikan diri pada saat hendak sidang di Pengadilan Negeri (PN) Marisa, terdakwa kasus narkoba yang bernama Pirson Hursan alias Bolang (46), warga Desa Moutong Tengah, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo, akhirnya berhasil ditangkap di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, awalnya pada Selasa (17/09/2019) terdakwa Pirson Hursan mengelabui pengawalan tahanan Kejari. Padahal sidang kasusnya di PN Marisa akan dilaksanakan Rabu (18/09/2019).

Ketika tiba di PN Marisa, sekitar pukul 09.00 Wita, terdakwa kemudian melarikan diri, sehingga pihak Kejari Pohuwato langsung melakukan langkah antisipasi yakni dengan berkoordinasi dengan anggota Polres Pohuwato, Kodim 1313 Pohuwato hingga Korem 133 Nani Wartabone, maupun dari pihak BNNP Gorontalo, guna melakukan pencarian terhadap terdakwa.

Setelah berupaya melakukan pencarian, tim Kejari Pohuwato yang turut dibantu oleh beberapa Jaksa dari Kejati Gorontalo, kemudian bergerak menuju ke wilayah Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo, yang diduga menjadi lokasi terdakwa melarikan diri serta bersembunyi. Namun, setelah dilakukan pencarian, terdakwa tidak berada di daerah tersebut. Sebaliknya, Kajari Pohuwato, Khaidir,SH,MH mendapatkan informasi bahwa terdakwa sudah berada di Kota Palu.

Atas informasi itulah, tim langsung diperintahkan untuk bergeser ke Kota Palu, dan tepat pada Sabtu (12/10/2019) sekitar pukul 23.20 Wita, terdakwa Pirson Hursan berhasil ditangkap di Pelabuhan Pontolohan, Kota Palu, ketika hendak chek in ke Kapal Lambelu tujuan Balikpapan.

Setelah dilakukan penangkapan, terdakwa Pirson Hursan kemudian langsung dibawa ke Pohuwato dan digiring ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato sekitar pukul 10.00 Wita dan akan disidangkan terkait dengan kasus narkoba.

Kajari Pohuwato, Khaidir,SH,MH ketika diwawancarai menjelaskan, pada saat kejadian itu, pihaknya beserta Stakeholder terkait sedang melaksanakan rapat penyelesaian masalah tanah waduk Randangan dengan gubernur.

“Ketika dilaporkan oleh Jaksa, dimana ada tahanan yang melarikan diri, saya langsung memerintahkan Kasie Pidsus dan Kasie Datun untuk segera berkoordinasi dan melakukan langkah antisipasi. Setelah rapat, saya langsung melapor ke Aswas Kejati Gorontalo. Alhamdulillah setelah melakukan laporan secara langsung, saya mendapatkan petunjuk dari Aswas dan dari Kajati, untuk segera membentuk tim untuk memburu serta menangkap terdakwa yang melarikan diri tersebut,” jelasnya.

Lanjut kata Khaidir,SH,MH yang akan segera melaksanakan tugas di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) ini, Alhamdulillah berkat bantuan masyarakat dan Allah SWT, tim yang telah dibentuk berhasil menangkap terdakwa di Kota Palu, dimana terdakwa pada saat itu hendak menaiki kapal dengan tujuan Balikpapan.

“Terdakwa sudah diamankan di Lapas Pohuwato. Selanjutnya terdakwa akan mengikuti sidang pada Selasa (15/10/2019) di Pengadilan Negeri Marisa, dengan agenda pembacaan tuntutan. Terdakwa pula sebelumnya didakwa melanggar primer Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 20009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana paling lama 20 tahun,” pungkasnya.  (kif/hg)

-