Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sengit, Kursi Sekkot Gorontalo Diperebutkan Pejabat dari Luar

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 4 April 2017 | 11:13 AM Tag: ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Pengisian kursi Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Gorontalo sengit. Sejak dibuka pada 10 Maret 2017 hingga akhir pendaftaran calon Sekkot pada 31 Maret, tercatat ada 10 figur yang bertarung memperebutkan DM 6 A itu.

Mereka merupakan pejabat tinggi pratama (eselon II). Menariknya, kursi Sekkot tak hanya diminati pejabat di internal Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.

Pejabat dari luar Pemkot juga bersaing menduduki kursi ‘panglima’ pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Gorontalo itu.

Terdapat dua nama pejabat luar Pemkot Gorontalo yang mendaftar merebut kursi Sekkot, yakni Kadis Perhubungan Kabupaten Gorontalo Sumanti Maku dan Kadis Sosial Gorontalo Utara, M.Suprizal Yusuf.

Sementara delapan kandidat Sekkot lainya dari internal Pemkot, masing-masing Kepala Inspektorat Nuryanto AK,M.Ec.Dev, Kepala Dinas Perkim Meidy M Silangen, S.Pi, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Nur Albar, Sp.PD. FInasin, Kepala BP3D Ismail Madjid, MTP, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan olahraga Irwan Hamzah, Kepala Kesbang Drs.Arifin Mohammad, Kepala Dinas Pangan Ir H. Tomi Jahya, M.Si dan Staf Ahli Bid. SDM dan Kemasyarakatan Pemkot Gorontalo Ir, H Laida Ali.

Dari 10 calon Sekda tersebut, tak semuanya yang akan masuk ke meja Walikota Gorontalo Marten Taha untuk kemudian diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebab ternyata panitia seleksi (Pansel) yang dipimpin Prof. DR Rauf Hatu itu, telah mencoret empat orang calon Sekkot.

“Dan panitia telah melaksanakan verifikasi berdasarkan kriteria dalam mekanisme yang berlaku, dan diantaranya ada beberapa kriteria utama yang wajib dipenuhi oleh para peserta seleksi,”ujar Prof Rauf Hatu, kepada Gorontalo Post, Ahad (2/4).

Kriteria yang wajib dimiliki setiap kandidat, lanjut Rauf Hatu adalah minimal golongan IV C, serta telah pernah dua kali menduduki jabatan eselon II.

Rauf melanjutkan, beberapa rangkaian seleksi lainnya yang akan dijalani para peserta antara lain mengikuti Assesmant, Psikologi, penelusuran gagasan dan pendalaman melalui wawancara. Setelah itu didapatkan tiga nama yang kemudian diusulkan ke Kemendagri untuk dipilih satu pejabat yang akan menduduki kursi Sekda Kota Gorontalo.(gip/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar