Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sengketa Pilgub, KPU: Jika MK Konsisten, Harusnya Dismiss

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 23 Maret 2017 | 11:10 AM Tag: , , , ,
  

Dalam sidang tersebut, salah satu majelis hakim MK, Suhartoyo meminta penjelesan kepada pihak termohon dalam hal ini KPU Provinsi Gorontalo, tentang dasar penetepan pasangan calon nomor urut dua, sebagai calon Pilgub, padahal yang bersangkutan dalam status terpidana.

Seperti diketahui gugatan pasangan HATI di MK adalah menyangkut tahapan pencalonan. “Bisa dijelaskan bagaimana terpidana tidak sedang menjalani hukuman,”kata Suhartoyo.

Kuasa hukum dari KPU, menjawab, jika yang besangkutan memang terpidana tapi tidak sedang menjalani hukuman penjara. “Dan dia (Rusli,red) sebelum mencalonkan, sudah mengumumkan di media masa,”ujar kuasa hukum KPU di sidang MK, kemarin.

Sementara itu, pihak terkait dalam hal ini kuasa hukum pasangan NKRI, Meyke Camaru mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh pemohon dalam hal ini pasangan HATI tidak tepat. Sebab yang dipersoalkan adalah terkait pencalonan.

Proses pencalonan menurut Meysce sudah selesai dan bahkan telah disidangkan pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan juga telah melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Untuk itu kami meminta kepada majelis hakim agar kira bisa menolak seluruh gugatan yang dilayangkan oleh pihak pemohon, atau jika majelis hakim berpendapat lain, maka mohon memutuskan yang seadil-adilnya,” pungkasnya.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar