Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Seorang Bocah Diduga Hanyut di Sungai Bolango

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 23 September 2021 | 22:05 PM Tag: ,
  Proses pencarian bocah yang diduga hanyut di Sungai Bolango. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO –  Seorang bocah bernama Leor Ahmad (10) diduga hanyut di Sungai Bolango, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kamis, (23/09/2021) pukul 13.30 Wita tiga orang bocah hanyut terseret air di Sungai Bulango. Dua orang diantara berhasil diselamatkan oleh pekerja proyek yang di bantaran sungai itu, Sukrin Harun.

Memurrut Sukrin Harun menceritakan sebelum kejadian itu dia sempat menegur bocah-bocah itu untuk tidak bermain di pinggiran sungai. Karena arus air cukup deras. Namun, bocah itu tidak menghiraukan apa perkataan dia.

“Saya sempat tegur mereka. Tapi, yah namanya saja anak-anak kan. Mereka tetap bermain di situ,” ungkap Sukrin Harun.

Selang beberapa menit kemudian, kata Sukrin dirinya mendengar teriakan minta tolong. Saat itu terlihat hanya sebuah tangan yang terlihat di atas air. Sehingga Sukrin mencoba untuk mencoba melakukan pertolongan terhadap bocah yang hanyut itu.

“Karena hanya tangan yang saya lihat, saya langsung coba menolong. Dua orang bisa tertolong itu berada di posisi pintu air. Sementara yang satunya saya tidak tahu kalau so dibawa air ke mana,” imbuh Sukrin Harun.

Sementara itu, Basarnas Provinsi Gorontalo telah melakukan proses penyelaman di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari korban yang hanyut. Pada proses pencarian itu tim basarnas telah bergabung dengan beberapa tim yang juga mencari korban hanyut belum lama ini.

“Dua orang yang berhasil diselamatkan itu dalam keadaan tidak apa-apa. Namun yang satu orang itu sampai saat ini belum bisa ditemukan,” kata I Made Junetra, selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Basarnas Gorontalo.

Hingga kini, kata I Made Junetra, proses pencarian masih berlangsung sampai pada matahari terbenam. Kemudian akan dilanjutkan pada malam hari pada proses penyisiran di bantaran sungai Bolango itu.

“Kalau masih tetap belum ditemukan, akan di lanjutkan pada malam hari. Malam itu tinggal penyisiran manual. Karena mengingat pada malam hari itu jarak pandang terbatas,” terang I Made Junetra. (*)

Penulis: Herman Abdullah

(Visited 53 times, 1 visits today)

Komentar