Senin, 25 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Seorang Warga di Popayato Meninggal ‘Diterjang’ Panah Wayer

Oleh Ryan Lagili , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 13 Desember 2019 Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Kasus panah wayer  yang marak di Gorontalo, belum seutuhnya tuntas. Beberapa waktu lalu, kasus panah wayer meneror Kota Gorontalo, banyak warga yang kena sasaran panah wayer, yang pelakunya rata-rata remaja.

Buktinya, pada Rabu (11/12//2019) malam, di Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, Pohuwato, seorang warga tewas dengan anak panah wayer bersarang di dadanya. Peristiwa nahas itu terjadi, saat acara resepsi pernikahan salah satu warga di Desa Molosipat.

Korban tewas bernama Amat Daeng Wani (35), warga Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Parimo, Sulteng. Desa Sejoli merupakan tetangga desa Molosipat, kedua desa ini tepat berada di perbatasan Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulteng.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, pada Rabu (11/12) malam sedang berlangsung resepsi pernikahan di Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat. Seperti biasanya jika ada hajatan resepsi pernikahan di wilayah setempat, para kaula muda dari berbagai penjuru berkumpul. Tak hanya pemuda dari wilayah Popayato saja, namun juga dari daerah tetangga, Kecamatan Moutong, Parimo, pun hadir menikmati keramaian resepsi meski hanya dari luar tenda.

Pun demikian dengan Amat Daeng Wani (35), warga  Desa Sejoli, yang kebetulan memiliki banyak keluarga di Desa Molosipat, Popayato Barat. Amat pun langsung berbaur dengan para pemuda setempat, ketika acara sedang berlangsung.

Malam itu juga, hadir sejumlah pemuda dari Desa Boloung, Kecamatan Moutong, Sulteng. Desa Moloung merukan tetangga Desa Sejoli.  Suasana yang awalnya kondusif pun mulai memanas. Diduga, terjadi kesalah pahaman antara pemuda Desa Boloung, Moutong dengan pemuda Desa Molosipat.

Malam itu, perkelahian antar pemuda di wilayah perbatasan Gorontalo-Sulteng pun tak terhindarkan. Resepsi pernikahan yang harusnya suka cita, seketika menyeramkan. Kejar-kejaran terjadi, teriakan di mana-mana. Hingga akhirnya, Amat Daeng Wani yang juga berada di lokasi kejadian, tiba-tiba roboh, dia diserang panah wayer yang langsung menghujam bagian dadanya.

Oleh warga setempat Amat langsung dilarikan ke Puskesmas Popayato dan langsung mendapatkan penanganan medis. Anak panah yang masih tertancap di dadanya berhasil dikeluarkan. Namun nahas, nyawa Amat tak tertolong. Dirinya menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pencarian pelaku dengan berkoordinasi bersama kepolisian dari Sulteng. Ada dugaan pelaku berasal dari Desa Boloung, Kecamatan Moutong. Akan tetapi identitas pelaku belum diketahui. Kapolres Pohuwato AKBP Tedy Rayendra,SIK,MIK, saat dikonfirmasi Gorontalo Post membenarkan kejadian tersebut. Dimana saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap pelaku.

“Kami masih terus melakukan upaya pencarian dengan berkoordinasi bersama Polsek Moutong, Sulteng,” ujarnya.

Pasca  kejadian, Polres Pohuwato juga menerjunkan 30 personel gabungan, untuk melakukan pengamanan dan membantu Polsek Popayato Barat. (gp/hg)

Mantap
Suka
Senang
Kaget
Sedih
Marah

Komentar