Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Arif Budiman, bersama Penjagub Gorontalo, Hamka Hendra Noer, pada kegiatan pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada GTT di lingkup Pemprov Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Sepanjang 2022, BPJS KETENAGAKERJAAN Gorontalo Berhasil Bayarkan Klaim Senilai 119,8 Milyar

Advertorial

Hargo.co.id, GORONTALO – Sepenjang tahun 2022, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Jaminan Sosial Tenaga Kerja BPJS Kantor Cabang Gorontalo, berhasil melakukan pembayaran klaim atau jaminan sejumlah total Rp.119.825.901.108 (119.8 Miliar).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Gorontalo, Arif Budiman, melalui rilis yang disampaikan pada Rabu (04/01/2023) mengatakan, pembayaran tersebut untuk klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp. 2.929.450.940 atas 205 kejadian, Jaminan Kematian (JKM) 617 orang sebesar Rp.25.907.000.000, Jaminan Hari Tua (JHT) 6.935 orang Rp. 89.897.128.118, Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) 4 orang sebesar Rp.12.255.910, dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp.1.049.630.280.

banner 728x485

“Pada tanggal 31 Desember 2022, tercatat 30 orang tenaga kerja menerima Jaminan Pensiun secara lumpsum dan 203 orang menerima manfaat berkala rutin setiap bulannya. Penerima manfaat berkala, rata-rata ahli waris dari tenaga kerja yang meninggal dunia,” kata Arif Budiman.

Arif Budiman, juga menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan juga telah memberikan manfaat beasiswa kepada 169 anak yang ditinggal orang tuanya karena meninggal dunia. Total beasiswa yang telah dibayarkan sebesar Rp.686.000.000. Anak-anak penerima beasiswa ini beragam, mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi. Selain itu juga terdapat 23 anak yang belum memasuki usia sekolah, sehingga beasiswa nanti akan dibayarkan ketika anak tersebut sudah memasuki jenjang Pendidikan mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi.

“Untuk besaran manfaat beasiswa TK/SD Rp. 1.500.000 per tahun, SMP Rp. 2.000.000 per tahun, SMA Rp.3.000.000 per tahun dan Perguruan Tinggi Rp. 12.000.000 per tahun. Manfaat beasiswa ini diberikan sampai dengan anak berusia maksimum 23 tahun jika belum bekerja ataupun belum menikah,” jelas Arif Budiman.

Selain itu, Arif Budiman, menuturkan bahwa tahun 2023 ini pihaknya akan lebih masif lagi melindungi pekerja, khususnya pekerja informal sampai ke desa – desa. Adanya hal tersebut pihaknya sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah di Provinsi Gorontalo terhadap penyelenggaran jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Dari sisi cakupan kepesertaan, pada tahun 2022 tercatat ada 1.719 perusahaan telah terdaftar pada Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan total tenaga kerja terdaftar sebanyak 140.596 tenaga kerja dengan rincian; tenaga kerja disektor pemerintahan sebanyak 23.360, sektor swasta formal 55.677 orang, sementara untuk tenaga kerja di sektor informal sebanyak 61.559 orang,” tutur Arif Budiman.

Pada kesempatan ini Arif Budiman menambahkan, dimana saat ini BPJS Ketenagakerjaan juga sedang mengkampanyekan program Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda “SERTAKAN”, dimana seseorang bisa mendaftarkan orang lain atau keluarganya yang memiliki aktifitas pekerjaan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan keberlanjutan pembayaran iurannya dapat dilakukan secara autodebet. Kanal-kanal bayar BPJS Ketenagakerjaan semakin banyak sehingga tenaga kerja dapat melakukan pembayaran iuran dengan mudah.

“Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini sangat besar bagi masyarakat pekerja, oleh sebab itu, mengkampanyekan tagline “Kerja Keras Bebas Cemas” sebagai bentuk kepastian perlindungan tenaga kerja terhadap risiko pekerjaan dan risiko sosial.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *