Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sepanjang Tahun 2017, 108 Nyawa Melayang di Jalan

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Sabtu, 30 Desember 2017 | 11:18 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Selang Januari hingga Desember 2017, tercatat 108 nyawa yang meninggal di jalan akibat kecelakaan lalu lintas. Mayoritas warga yang meninggal tersebut karena tidak mematuhi aturan dalam berlalu lintas.

Angka kecelakaan tersebut sejatinya mengalami penurunan. Karena jika dibandingkan tahun 2016, angka kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia mencapai 110 jiwa. Selama tahun 2017 pula, angka kecelakaan lalu lintas mencapai 520 kasus, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 635 kasus. Sedangkan untuk jumlah pelanggaran lalu lintas selama 2017 mengalami peningkatan yakni mencapai 26.300 pelanggaran, naik jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 14.940 pelanggaran.

BACA  Pilkada Kabgor Makan Tumbal, Ketua KPU Dicopot dari Jabatan

Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol. Rachmad Fudail menjelaskan, memang perkembangan jumlah kecelakaan lalu lintas di 2017 mengalami penurunan hingga 115 kasus atau 18 persen, jika dibandingkan pada 2016 lalu.

Sedangkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 2 kasus atau 1,8 persen. “Untuk perkembangan jumlah pelanggaran lalu lintas sendiri di tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 11.360 kasus atau 76 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

BACA  SMS Menang, BerIMAN dan Ibo-Misyu Tolak Hasil Pleno KPU

Lanjut kata perwira bintang satu ini, kondisi lalu lintas di daerah Gorontalo masih banyak kekurangan. Mulai dari managemen lalu lintas yang belum diterapkan secara optimal, sarana dan prasarana belum sepenuhnya mendukung, petugas belum maksimal dalam melaksanakan tugas, masih banyak kendaraan bermotor yang tidak layak jalan hingga penanganan pasca kecelakaan lalu lintas yang belum optimal.

“Sangat disayangkan pula bagi para pengguna jalan, dimana masih banyak yang tidak tertib aturan lalu lintas, belum patuh pada peraturan, takut melanggar apabila ada petugas dan meski sudah ditindak para pengguna jalan masih banyak yang belum jera.

BACA  Presiden Reshuffle Kabinet, Ada Nama Sandiaga Uno

Ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama dalam memperbaiki kondisi lalu lintas di daerah. Ketika kita taat dan patuh terhadap aturan lalu lintas, maka kecelakaan lalu lintas bisa diminimalisir. Oleh karena itu, kami berharap pula bantuan serta dukungan dari masyarakat,” harapnya.(kif/hg)


Komentar