Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Seperti Drama Film, Tersangka Rebut Senpi, Kanit Tipiter Nyaris Kena Tembak

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 26 Januari 2018 | 08:35 WITA Tag: , ,
  


Gorontalo, Hargo.co.id – Kanit Tipiter Polres Gorontalo Kota, Aipda Nahrawi Kelo, nyaris kena tembak setelah seorang tersangka mencoba merampas senjata api yang dimilikinya. Ini menyusul upaya penangkapan tiga pengeroyokan dan pengrusakan di jalan Panjaitan, Kota Gorontalo, kemarin, Kamis (25/1) subuh.

Dari informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, sekitar Pukul 04.30 Wita, ada tiga pemuda hendak membeli Ilabulo di salah satu tempat jualan yang ada di jalan Panjaitan, Kota Gorontalo.

Pada saat itu, tiga pemuda ini hanya membawa uang sebesar Rp 4.000 dan hendak membeli lima buah Ilabulo. Hal ini pun oleh pembeli tidak diizinkan, karena harganya Rp 4.000 per buah.

Tiga pemuda yang diduga sudah dikuasai oleh minuman keras (Miras) ini pun kemudian mengamuk dan mengobrak abrik tempat jualan tersebut sembari memukul penjual.

Rumah makan yang menjual Ilabulo di jalan Panjaitan menjadi sasaran amukan tiga pemuda yang mabuk miras. Dari satu dari tiga pemuda tersebut sudah tertangkap dan sisanya masih dikejar polisi.

Tak hanya itu saja, sekelompok warga yang berada di salah satu mini market yang terletak di jalan panjaitan pula turut melarikan diri karena pemuda-pemuda ini membawa senjata tajam dan hendak menyerang mereka. Hal ini pun kemudian dilaporkan ke Polres Gorontalo Kota.

BACA  6 Terduga Pelaku Pembongkaran Makam Jenazah Covid-19 Ditangkap

Anggota yang mendengarkan informasi tersebut langsung bergegas ke lokasi dan ketika ketiga orang pemuda ini melihat anggota, mereka pun melarikan diri.

Aparat Polres Gorontalo Kota yang berjumlah kurang lebih 10 orang itu pun berupaya untuk mengejar hingga ke Kelurahan Padebuolo, Kota Timur, Kota Gorontalo. Pada saat berada di Kelurahan Padebuolo, anggota memencar dan melakukan pencarian.

Tak berselang beberapa saat kemudian, Kanit Tipiter Polres Gorontalo Kota, Aipda Nahrawi Kelo, berhasil mengamankan AY alias Along (21) warga Kelurahan Padebuolo, Kota Timur.

Ketika hendak digiring ke Polres Gorontalo Kota, Kanit Tipiter tak menyangka kalau melewati rumah AY. AY sendiri ketika berada di depan rumahnya langsung berteriak minta tolong sehingga membuat keluarganya yang berada di dalam rumah keluar.

Melihat AY digiring, kakaknya langsung bergegas membantu. Sang kakak berinisial AZ melakukan perlawanan dengan memukul Kanit Tipiter dan kemudian dibantu oleh adiknya AY.

BACA  Hadapi Cuaca Ekstrim, Ini Harapan Wagub Gorontalo Terhadap Instansi Terkait

Suasana mulai tidak kondusif. Kanit Tipiter mencoba untuk mengeluarkan senjata yang terselip di pinggangnya. Namun senjata tersebut berupaya direbut oleh AY. Beruntung senjata jenis revolver itu tak beralih tangan.

Aipda Nahrawi Kelo kemudian melepaskan tembakan hingga beberapa kali ke atas sehingga keduanya langsung diam dan AY bisa diringkus oleh Kanit Tipiter. Anggota lainnya yang mendengarkan bunyi tembakan langsung menuju kearah suara tembakan dan mengamankan ke dua pemuda tersebut.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK yang diwawancarai melalui Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho,SIK mengatakan, akibat insiden tersebut Kanit Tipiter mengalami luka lebab akibat hantaman benda tumpul.

Meski demikian, yang bersangkutan tidak apa-apa dan masih menjalankan tugas sebagaimana mestinya. “Alhamdulillah, senpi Kanit Tipiter tidak berhasil diambil.

Kalau sempat diambil, kami pun tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Oleh karena itu, perkara ini sementara kami seriusi,” jelas Kapolres. Ditambahkan pula, akibat dari kejadian ini, pengelola tempat makan merasa dirugikan.

BACA  ‘Wisata Jalan Pelangi’, Destinasi di Sekitar Makam Pahlawan Nani Wartabone  

Sebab karyawan nya mengalami luka pada bagian tangan yang diduga terkena senjata tajam dan juga luka lebab pada bagian wajah akibat dipukul dengan tangan terkepal. “Kami masih melakukan pengembangan, karena masih ada rekan-rekan AY yang belum berhasil kami tangkap.

Oleh karena itu, tim Alap-Alap Buser Polres Gorontalo Kota sedang melakukan pengembangan terkait dengan tersangka-tersangka lainnya,” ungkapnya.

Lanjut kata Alumnus Akpol 2008 ini, akibat dari perbuatan tersangka, maka pihaknya mengenakan Pasal 170 KUHP untuk kasus pengeroyokan dan pengrusakan.

Sedangkan upaya untuk merampas dan melawan aparat penegak hukum, yang bersangkutan bersama kakaknya dikenakkan Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan.

Tak hanya itu saja, AY sendiri, kata AKP Handy Senonugroho,SIK, merupakan tersangka pula dalam kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi pada awal tahun.

“Ini masih sementara kami proses. Nanti akan kami informasikan lagi, karena saat ini yang bersangkutan masih dalam tahapan pemeriksaan,” pungkasnya. (kif/hg)


Komentar