Sabtu, 6 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Serap Gula Petani, Bulog Siapkan Rp 685 Miliar

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Rabu, 1 Agustus 2018 | 10:33 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, SURABAYA – Bulog Divre Jawa Timur menyiapkan dana sebesar Rp 685 miliar untuk menyerap gula petani. Salah satunya di lingkungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Hal itu seiring dengan musim giling dan pabrik gula mulai berproduksi.

Wakil Kepala Bulog Divre Jatim Cecep Panji Nandia menyatakan, pada tahap pertama, pihaknya akan menyerap 71 ribu ton. Dana yang disiapkan Rp 685 miliar. Pembelian tahap pertama berasal dari gula petani yang diproduksi di PG Gempolkrep.

BACA  Ini Disodorkan Hotel Aston Gorontalo pada Momen Tahun Baru Imlek dan Valentine 2021

’’Setelah ini akan dilanjutkan penyerapan gula secara bertahap dengan pabrik gula lain,’’ kata Cecep, Senin (30/7). Pembelian tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian BUMN.

Yaitu, Perum Bulog menyepakati untuk membeli 600 ribu ton gula petani dengan harga Rp 9.700 per kg. Khusus untuk pembelian gula petani tebu di lingkungan PTPN X, hingga sekarang, terealisasi 10.477 ton. Total pembayarannya Rp 101,6 miliar.

BACA  Penurunan Suku Bunga Bukan Solusi Jitu, Banyak Pelaku Usaha Belum Bangkit

Pada musim giling ini, Bulog akan berfokus pada penyerapan. Apalagi, di gudang Bulog masih ada stok gula sisa tahun lalu. Jumlahnya 30 ribu ton. ’’Rencananya, kami pasarkan setelah selesai musim giling,’’ kata Cecep.

Gula hasil penyerapan musim giling 2018 akan dipasarkan ke distributor, pedagang, maupun gerai-gerai Rumah Pangan Kita (RPK). Direktur Komersil PTPN X Slamet Djumantoro menyatakan, secara komposisi 65 persen gula yang digiling di PTPN X merupakan gula milik petani. Sisanya, 35 persen, merupakan gula milik perseroan.

BACA  Ini Disodorkan Hotel Aston Gorontalo pada Momen Tahun Baru Imlek dan Valentine 2021

Hingga sekarang, proses giling terpenuhi 30 persen yang seluruhnya merupakan gula milik petani. Diperkirakan, giling berakhir pada September 2018. ’’Nah, untuk gula PTPN, kami akan jual ke pedagang maupun distributor. Untuk harga, minimal sama dengan gula petani,’’ jelas Slamet. (res/c22/fal/hg)

Sumber : Jpnn.com


Komentar