Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Server Error, UNBK SMP Terganggu

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 24 April 2018 | 16:34 PM Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Hari pertama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Gorontalo, Senin (23/4) terdapat kendala. Misalnya server yang error dan membuat pelaksanaan ujian terganggu. Seperti di SMP Negeri 11 Kota Gorontalo.

Di sekolah ini, pelaksanaan UNBK terpaksa dihentikan lebih kurang 10 menit, padahal para siswa sedang fokus mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Dihentikanya sementara pelaksanaan UNBK karena server UNBK mengalami gangguan.

“Pada sesi pertama UNBK, server sempat terganggu kurang lebih 10 menit. Namun server cepat teratasi,”ujra Kepala Sekolah SMP N 11 Kota Gorontalo Darsono Daud. Menurutnya saat gangguan server terjadi, siswa yang mengikuti ujian tidak keluar ruangan dan hanya menunggu di dalam kelas. Untuk SMP 11 yang mengikuti ujian sebanyak 134 siswa dengan 2 ruangan yang digunakan.

Hal serupa juga di ungkapkan oleh Kepala SMP N 16 Kota Gorontalo Salman Suratinoyo, ia menjelaskan pelaksanaan UNBK di hari pertama memang mengalami gangguan pada sesi pertama, yakni pada server yang digunakan gangguan. “Terjadi pada pukul 9.30, gangguan tersebut berlangsung selama kurang lebih 20 menit, yang diikuti oleh peserta 47 siswa dengan satu ruangan ini,”ujar Salman.

Berbeda dengan Pohuwato. Pelaksanaan UNBK SMP di daerah paling barat Provinsi Gorontalo itu berlangsung lancar, kendala server tidak membuat UNBK terganggu. Hanya saja yang menjadi kendala adalah sejumlah SMP yang tidak mandiri melaksanakan UNBK. Akibatnya harus menumpang pada laboratorium komputer milik SMA di Pohuwato.

Seperti 4 SMP di Kecamatan Marisa. Hanya ada SMP N 2 Marisa yang melakukan UNBK di sekolahnya sendiri. Sedangkan untuk SMP N 1, 3 dan 4 sebagian siswanya harus melaksanakan ujian di SMAN 1 Marisa, SMAN 2 Marisa dan SMK Marisa.

Kepada Gorontalo Post, Selfi, salah satu siswa SMP di Kecamtan Marisa mengatakan, meski harus menumpang di sekolah lain, ia cukup senang megikuti UNBK tersebut, karena bisa mengerjakan soal-soal ujian tanpa harus menunggu lebih lama lagi jika dilaksanakan disekolah asalnya.

Mengingat jumlah siswa yang mencapai 100 siswa itu, harus menggantri di 1 laboratorium komputer milik sekolah. Kepala SMP N 1 Marisa Syahrl Panu, S.Pd, M.Pd mengungkapkan, yang menjadi kendala sekolah saat ini hanyalah keterbatasan perangkat komputer, dan ketersediaan Laboratorium Komputer di sekolahnya. “Sehingga besar harapan kami, tahun depan, SMP N 1 Marisa bisa melaksanakan UNBK dengan menggunakan fasilitas sekolah sendiri,” ungkapnya.(tr 59/mg-02/net)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar