Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Perkebunan di Boalemo

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Kab. Boalemo Metropolis , pada Jumat, 4 September 2020 | 23:32 WITA Tag:
  Sesosok mayat yang ditemukan di area perkebunan Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Jumat (4/9/2020). (Foto ; Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sesosok mayat pria ditemukan di area perkebunan cabai atau rica Desa Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Jumat (04/09/2020) sekitar pukul 16.30 Wita.

Informasi yang berhasil dihimpun, mayat yang belakangan teridentifikasi bernama Rahman Djafar (44) warga Desa Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo itu pertama kali ditemukan Nurdin Dunggio (30) yang juga warga Desa Bongo Nol, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

Asal mula penemuan jenazah Rahman, saat Nurdin hendak ke kebun untuk mengecek tanaman rica yang ada di kebunnya. Namun, di tengah perjalanan Nurdin kaget melihat ada sesosok orang tergeletak dalam keadaan terpelungkup dan sudah tidak bergerak. Nurdin pun langsung menginformasikan hal itu kepada Kepala Desa Bongo Nol.

Kasat Reskrim Polres Boalemo, IPTU Agung Gumara Samosir, S. Tr.K ketika dikonfirmasi Hargo.co.id melalui telepon seluler membenarkan kejadian ini.

BACA  Aksi Tolak Omnibus Law di Gorontalo Kembali Berakhir Ricuh

“Iya benar (Ada penemuan mayat) laki-laki bernama Rahman Djafar. Yang menemukan seorang petani bernama Nurdin yang akan pergi melihat rica di kebunnya,” ucap Agung.

IPTU Agung menambahkan, setelah teridentifikasi, pihaknya kemudian menghubungi keluarga Rahman.

“Kami menghubungi istrinya. Pengakuannya kepada kami, Rahman meninggalkan rumah sejak 4 September, jam 5 sore. Saat itu, dia (Rahman) berpamitan kepada istrinya untuk pergi memetik daun pepaya karena korban ingin makan daun pepaya,” imbuh Agung.

BACA  Polisi Gunakan Metode Hunting dalam Operasi Zebra

Dugaan sementara, lanjut Agung, korban jatuh terpeleset dari bukit pada saat mengambil daun pepaya. Sebab, korban ditemukan di tempat yang terjal dan berbukit.

“Korban juga memiliki riwayat penyakit stroke. Akan tetapi kejadian ini akan tetap kami dalami,” tutup Agung.(rwf/hg)


Komentar