Rabu, 3 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Setelah 17 Tahun Meracik, Pria Ini berhasil Ciptakan Obat HIV/AIDS

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Jumat, 14 Oktober 2016 | 23:28 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang diklaim belum ada obatnya. Namun, seorang peramu obat tradisional asal Cilenyui mengaku menemukan penawar penyakit ini.

Seperti kita ketahui, banyak obat tradisional yang dijual melalui sejumlah media elektronik ataupun surat kabar. Namun, dari sejumlah obat yang dijajakan itu, hanya beberapa persen saja yang mujarab. Selebihnya, hanya sebagai pengisi ruang iklan saja.

Berbeda dengan ramuan tradisional buatan Usman Patrick yang beralamat di Jalan SMP Negeri 2 Cileunyi, Kabupaten Bandung. Salah satun ramuannya dari sarang burung walet terbukti mujarab.

BACA  Ini 4 Tanda Dia Sudah Tidak Mencintai Anda Lagi

”Ramuan yang saya bikin ini mereknya Mustika Alam,” kata Usman kepada Bandung Ekspres (Jawa Pos Group) di rumahnya kemarin.

Obat itu merupakan ramuan tradisonal yang salah satunya dari sarang burung walet. Sejak berdiri tahun 2000 lalu, obat yang diciptakannya banyak diburu. Apalagi mereka yang terinveksi virus HIV AIDS. “Dengan obat ini, Insya Allah bisa disembuhkan,” katanya.

Dia menjelaskan, banyak pasien yang datang dan minta diobati oleh ramuan buatanya itu. Selain penderita HIV/AIDS, pasien yang dating juga mengeluh sakit beragam.

BACA  Ini 7 Rasa Lapar yang Perlu Diketahui untuk Hindari Penyakit Kronis

”Memang obat saya ini tidak hanya untuk membasmi virus HIV, tapi juga gagal ginjal, darah tinggi serta penyakit lainnya yang sudah lama tak bisa diobati. Kemarin saja saya mendapatkan pasien yang berpenyakit katarak, bisa disembuhkan di sini,” kata suami Nani Sumarni ini.

Orang yang memiliki penyakit, katanya, sebenarnya mudah untuk disembuhkan, selama orang itu mau berobat dan yakin. Sejak 17 tahun lalu dia mengaku banyak benturan selama meracik sejumlah bahan alami untuk obat.

BACA  3 Podcast yang Wajib Disimak Pasangan Suami Istri

Kalangan pemerintah dan organisasi di bawah naungan pemerintah selalu menghalangi ruang geraknya itu. Namun demikian, dia tetap berjalan membuat ramuan itu demi kemanusiaan.

”Saya ini mengobati tanpa pamrih, berapapun uang yang dimiliki orang yang ingin disembuhkannya oleh obat saya, tetap dilayani dengan setukus hati. Apalagi istri saya juga mendukung apa yang saya lakukan ini. Seperti yang diberikan kepada salah satu pecandu obat terlarang. Dia akhirnya bisa menghentikan mengonsumsi narkoba setelah minum obat saya ini,” pungkasnya. (fik/yuz/JPG/hargo)


Komentar