Selasa, 17 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Setelah 35 Tahun Dipakai Nelayan, Cantrang Digantikan Gillnet

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 9 September 2017 | 02:19 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Cantrang yang selama ini digunakan nelayan untuk menangkap ikan secara resmi tidak boleh lagi digunakan. Larangan itu berdasarkan pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) nomor 2/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkap Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI).

Dengan dilarangnya cantrang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan alat tangkap lainnya jenis gillet. Sebanyak 7.255 paket alat tangkap telah dibagikan di 9 provinsi selama 2017. Jenis alat tangkap yang dibagikan itu seperti Gillnet Permukaan, Gillnet Pertengahan, Gillnet Dasar, Bubu dan Pancing.

”Alat tangkap ini akan dibagikan langsung kepada nelayan tidak melalui perantara agar tidak ada lagi nelayan yang beralasan tidak menerima bantuan,” ujar Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja, seperti dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Sabtu (9/9).

Kebijakan itu juga diperkuat dengan hasil kajian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diketuai Nimmi Zulbainarni. Dia menyebut, cantrang yang sudah dipakai oleh nelayan sejak 35 tahun yang lalu sebenarnya tidak merusak lingkungan. Sehingga seharusnya cantrang tidak perlu dilarang, namun cukup dikendalikan. ”Pada dasarnya, semua alat tangkap potensial mengancam kerusakan lingkungan jika tidak dikendalikan,” kata Nimmi.

Dia mengatakan, dampak negatif terkait pelarangan cantrang lebih besar daripada dampak positifnya. ”Ada 21 sektor yang terdampak secara ekonomi dan sosial karena pelarangan cantrang,” tambahnya.

Sedangkan Riyono, Ketua Aliansi Nelayan Indonesia mengungkapkan bahwa perjuangan nelayan selama ini tidak berbekal feeling namun tetap didasarkan kepada kajian untuk kemaslahatan bersama. ”Untuk itulah kami mengharap Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk terbuka dan bersedia untuk duduk bersama membahas berbagai masalah yang ada,” tuturnya.

(iil/jpg/JPC/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar