Selasa, 26 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Setelah Pelapor Dipanggil, Sukmawati akan Diperiksa

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 24 April 2018 | 11:30 WITA Tag: , , ,
  Sukmawati Soekarnoputri (foto: Indopos)


Hargo.co.id – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memastikan akan memanggil Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi kontroversial berjudul ‘Ibu Indonesia’. “Iya (akan dipanggil), mungkin nanti,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (22/4).

Menurutnya, pihaknya saat ini masih fokus memeriksa para terlapor yang terdiri dari 22 orang, baik yang telah membuat laporan di Polda maupun Mabes Polri. “Nah, dari 22 orang (pelapor) ini, sudah dimintai keterangan sebanyak 19 orang,” ujarnya menerangkan.

Sayangnya, jenderal bintang satu itu enggan memastikan kemungkinan akan perubahan status Sukmawati, dari terlapor atau saksi menjadi tersangka. Ia bahkan juga enggan memastikan waktu pemeriksaan putri Proklamator Kemerdekaan RI itu. “Belum, tadi kan sudah diterangkan,” jelasnya singkat.

BACA  Sosialisasikan Bahaya Covid-19, Penting Melibatkan Tokoh Masyarakat

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto juga memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap kasus Sukmawati. Ini dibuktikan oleh pihaknya dengan menarik laporan masyarakat yang berada di Polda untuk ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri.

“Semua Laporan Polisi yg ada di Polda-Polda, ditarik ke Bareskrim Polri,” jelasnya seperti dilansir dari Indopos. Saat ini, dilanjutkan dia, para penyelidik masih terus mengumpulkan bahan keterangan terkait laporan tersebut. Sehingga pihaknya belum berencana akan memangil Sukmawati.

Sebelumnya diketahui, adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu ditengarai menodai agama melalui pembacaan puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’. Puisi itu dinilai mengandung unsur penistaan agama dan ujaran kebencian lantaran membandingkan suara azan dengan kidung dan cadar dengan konde sari.

Hal ini sontak berujung laporan bahkan sampai aksi unjuk rasa besar-besaran di kantor Bareskrim Polri, Jumat (6/4) lalu. Aksi unjuk rasa yang lebihbdikenal Aksi Bela Islam 64 ini sebagai bentuk dukungan terhadap laporan yang dilayangkan oleh Rahmat Ibran selaku perwakilan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Arief Ikhsan selaku perwakilan Presidium Alumni 212 dan pengurus organisasi lainnya dari Perhimpunan Notaris Muslim Indonesia (PNMI), yang melaporkan dugaan penodaan agama oleh Sukmawati ke Bareskrim Polri, Kamis (5/4) lalu. Termasuk beberapa laporan masyarakat terkait kasus yang sama di Kepolisian Daerah (Polda).

Hal ini sebagaimana tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/463/IV/2018/Bareskrim, tanggal 5 April 2018. Selain FUIB, ACTA juga melakukan pendampingan, bahkan terhadap dua orang pelapor sekaligus dalam perkara yang sama. Kedua pelapor itu adalah Edwin Irmansyah dan Riska Karmila. Hal ini tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/461/IV/2018/Bareskrim, tanggal 5 April 2018 dan LP/462/IV/2018/Bareskrim, tanggal 5 April 2018. Mereka menduga dalam puisi tersebut ada pelanggaran Pasal 156a huruf a KUHP dan Pasal 16 UU No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras dan Etnis. (ydh/hg)


Komentar