Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Setiap Bahas Anggaran Ada Pembangunan Pasar, PAD Tetap Minim 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Rabu, 24 November 2021 | 09:05 AM Tag: , ,
  Ketua Fraksi PDI Perjuangan Ali Polapa

Hargo.co.id, GORONTALO – Beban Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang harus diisi ke pundi-pundi bagi DInas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), yakni Rp 600 juta. Namun, hingga jelang akhir 2021, capaian baru sekitar Rp 100 juta, menandakan jika PAD instansi tersebut masih minim.

Ini lantas memantik reaksi Anggota Banggar, Ali Polapa yang disampaikan pada pembahasan APBD 2022 bersama sejumlah OPD, Selasa (23/11/2021). Apalagi sumber pendapatan PAD Dinas Perindag Kabupaten Gorontalo sangat memadai. 

‘Dinas Perindag setiap tahunnya selalu mencantumkan anggaran pembangunan pasar dalam APBD. Tetapi imbas dari pembangunan tidak maksimal. Lalu dimana PAD semua pasar yang ada? Kenapa tidak dimaksimalkan? Buktinya tinggal sebulan jelang akhir tahun 2021, capaian PAD baru berjumlah Rp 100 juta dari target Rp 600 juta,” kata Ali Polapa.

Lanjut dikatakan Ali Polapa, begitu banyaknya pasar yang tersebar di Kabupaten Gorontalo, sangat tidak masuk akal jika PAD pasar sangat minim. Pertanyaannya adalah, bagaimana menagih retribusi pasarnya? 

“Selama ini sudah menggunakan pihak ketiga tetapi kenyataannya PAD tidak maksimal, bandingkan dengan kondisi pasar di daerah tetangga yang kami kunjungi, mereka tidak menggunakan pihak ketiga, tetapi memaksimalkan para pegawai Disperindag untuk memungut retribusi dan hasilnya sangat signifikan, dibandingkan menggunakan pihak ketiga tetapi PAD masih minim dan jauh dari target,” tegas Ali Polapa. 

Ali Polapa yang juga Ketua Komisi ll DPRD Kabupaten Gorontalo sangat menyesalkan tak adanya kreatifitas atau upaya dari dinas untuk meningkatkan PAD. Padahal Disperindag merupakan salah satu sumber PAD terbanyak tetapi tidak dimaksimalkan. Sehingga ini diharapkan menjadi pelajaran dan peninjauan kembali apakah di tahun mendatang masih akan menggunakan pihak ketiga atau tidak, karena faktanya saat ini dengan pihak ketiga pun tidak membantu meningkatkan PAD. 

“Padahal setiap tahun anggaran ratusan juta untuk pembangunan pasar atau renovasi tetapi imbasnya untuk daerah tidak seberapa, terlihat dari serapan PAD yang minim, sehingga tahun depan dibutuhkan kreatifitas dinas untuk memaksimalkan PAD agar sesuai atau melampaui target,” kunci Alo Polapa. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 8 times, 1 visits today)

Komentar