Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Setiap Kamis Wajib Karawo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 17 Oktober 2017 | 08:13 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO , hargo.co.id –  Karawo yang menjadi ciri khas Gorontalo mulai diwajibkan untuk digunakan semua instansi pemerintah dan perusahaan BUMN/BUMD di daerah ini. Penegasan ini disampaikan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat melantik dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo, Senin (16/10) di Maqna Hotel Gorontalo.

Menurut Gubernur Rusli Habibie, untuk jajaran Pemprov Gorontalo setiap hari kamis telah menerapkan penggunaan karawo, termasuk upiah karanji yang juga ciri khas Gorontalo. “Saya harapkan perbankan melalui Bank Indonesia juga menerapkanya. Setiap kamis. Termasuk untuk pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.

BACA  Ini Harapan Gubernur Gorontalo untuk Komisaris Independen BSG Yang Baru

Untuk siswa, kata Gubernur, Dikbudpora Provinsi Gorontalo juga telah mewajibkan mereka menggunakan karawo setiap hari kamis. Menurut Rusli Habibie, mewajibkan penggunaan karawo dan upiah karanji merupakan langkah nyata dalam melestarikan karawo, yang memang dalam beberapa tahun terkahir giat dilakukan.

“Selain itu, dampaknya juga akan memeberikan kesejahteraan bagi pengerajin karawo. Selama ini mereka kurang bergairah karena memang tidak banyak yang menggunakan karawo,” kata Gubernur Rusli Habibie.

BACA  WHO Akui Lab Uji Covid-19 BPOM Gorontalo Berstandar Internasional

Tidak hanya itu, karawo juga menjadi ole-ole khas Gorontalo. Bahkan kepada para tamu sekolah pimpinan dan staf Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) dari 10 negara yang berkunjung ke Gorontalo, Rusli Habibie mewajibkan mereka untuk membeli karawo. “Kalau 10 negara, beli 10 karawo setiap negara, maka sejumlah itu karawo tersosialisasi ke negara-negara mereka, dan terus berkembang,” katanya.

Desain dan kualitas produk tentunya harus ditingkatkan. Ia berpengalaman, dimana Menteri Sosial Khofifa Indar Parawansa ternyata mengaku pernah kesulitan mencari karawo kualitas bagus di Gorontalo. “Ia justeru dapatnya di Manado,” kata Rusli. Padahal karawo sudah menjadi paten Gorontalo, namanya bukan lagi kerawang seperti dulu saat Gorontalo masih bagian dari Sulawesi Utara, namun sudah berganti Karawo karena memang asalnya dari Gorontalo. Gubernur mengatakan, instruksinya untuk menggunakan karawo setiap kamis segera dijalankan setiap instansi. (tro/hargo)


Komentar