Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sherli Ditetapkan Jadi Tersangka! BNN Rekomendasi Untuk Direhabilitasi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 9 Januari 2018 | 15:28 PM Tag: , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba oleh istri Wakil Walikota Gorontalo Budi Doku, SD alias Sherli memasuki babak baru. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) yang menangkap Sherli bersama rekanya LFN alias Leli pada 2 Januari 2018 lalu, resmi menetapkanya sebagai tersangka pada Sabtu (6/1) lalu.

Dengan begitu, Sherli akan menjalani masa penahanan. BNNP Gorontalo menetapkan menahan perempuan berparas cantik ini di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Gorontalo di Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Selatan. “Ini sudah malam (kemarin,red). Rencananya besok (Hari ini) kami akan koordinasi dengan pihak Lapas untuk penahanan Ibu Sherli,”ujar Kepala BNNP Gorontalo Brigjen Pol Oneng Subroto, senin (8/1).

Lebih lanjut Brigjen Pol Oneng Subroto menjelaskan, penetapan tersangka Wakil Ketua TP PKK Kota Gorontalo itu sesuai dengan hasil gelar perkara yang dilakukan BNNP Gorontalo. “Kalau ibu LFN alias Leli belum dilakukan pemeriksaan karena sakit. Oleh karena itu, yang bersangkutan belum bisa kami tetapkan (tersangka) dan belum diambil keterangan,” ujarnya.

Ditambahkan pula, dari hasil assessment medis dan hukum, telah keluar rekomendasi. Untuk rekomendasi medis, menyatakan bahwa Sherli sudah pada taraf pemakai tingkat atau golongan B dan sudah mengarah pada C. Golongan B artinya sudah masuk pada taraf sedang dan sudah menjurus pada C atau berat. “Kalau golongan A, berarti masih sedang.

Oleh karena itu, dari hasil rekomendasi, perlu dilakukan rehabilitasi untuk ibu Sherli. Ada beberapa tempat rehabilitasi, baik itu di Makassar, Bogor, Lampung dan beberapa tempat lainnya. Nanti akan dilihat lagi selanjutnya,” ungkapnya.

Meski demikian, jendral bintang satu ini menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. Jadi, setelah rehabilitasi selama kurang lebih 3 hingga 6 bulan, Sherly akan melanjutkan proses hukumnya.

Ini didasarkan dari assessment hukum, dimana yang bersangkutan disamping menggunakan, masih ada tersisa barang bukti atau kepemilikan barang bukti. “Ini sudah kami uji di laboratorium dari BPOM.

Masih ada sisa dari hasil uji laboratorium seberat 0,383 gram dan ini masuk dalam narkotika golongan satu,” tegasnya.

Disisi lain kata Brigjen Pol Oneng Subroto, rencananya untuk LFN alias Lely, sudah bisa diperiksa besok (Hari ini,red). “Nanti ibu Lely akan diperiksa oleh penyidik kami,” kata Brigjen Pol Oneng Subroto. (kif/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar