Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Shopping Limboto Tinggal Kenangan! 105 Lapak, 58 Kios jadi Arang

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Sabtu, 3 Maret 2018 | 12:15 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Kebakaran hebat melanda Shopping Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat (2/3) malam pukul 22.00 wita. Selama empat jam, si Jago Merah beraksi di pusat perbelanjaan masyarakat Kabupaten Gorontalo tersebut. Akibatnya, 58 kios dan 105 lapak milik pedagang ludes dan tinggal puing-puing.

Peristiwa yang mengegerkan warga Limboto itu awal kali diketahui pada pukul 22.05 wita. Saat itu seorang pengemudi bentor melihat kepulan asap dari bagian tengah pasar. Saat itu sang pengemudi bentor sedang duduk menunggu penumpang di kompleks terminal Limboto, yang masih satu areal dengan Shopping Center Limboto.

Ditengarai kobaran api bermula dari lapak penjual sepatu yang berada di tengah lantai satu kompleks Shopping Center. Versi lainnya menyebutkan bila kobaran api bermula dari lapak jualan kue. Lokasinya di bagian depan.

Demikian pula penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Informasi di lapangan menyebutkan kobaran api dipicu oleh krosleting. Sementara informasi lain menyebutkan bila kebakaran dipicu oleh tabung gas.

Dari bagian tengah Shopping Center, api lantas menyebar ke bagian lainnya. Tak berlangsung lama, api membesar hingga melebar ke lapak-lapak dagangan semi permanen di area tersebut. Kondisi lapak yang banyak terbuat dari kayu menyulut kobaran api. Sehingga dalam hitungan menit, kobaran api sudah membesar hingga membakar separuh kompleks Shopping Center Limboto.

Dua unit pemadam kebakaran milik Pemkab Gorontalo datang ke lokasi ketika api mulai meluas. Sehingga dua unit pemadam tersebut tak mampu menjinakkan api yang sudah meluas.

“Saya pertama kali lihat sudah pukul setengah sebelas. Api awalnya dari bagian belakang dulu. Tempat orang jual bahan bangunan. Kemudian tak lama langsung membesar dan merembet ke bagian depan,” tutur Anto, salah seorang pengemudi bentor yang berada di komplek terminal Limboto saat awal kejadian.

Menurutnya, saat itu sudah ada 2 unit pemadam kebakaran yang mencoba memadamkan api. Namun karena pusat api berada di bagian tengah pasar, api sulit dipadamkan.

“Damkar ada, hanya api itu di dalam sekali, jadi belum mati sudah merembet naik ke lantai dua,” kata Anto menambahkan.
Cepatnya api menjalar membuat sebagian besar pedagang tak bisa menyelamatkan barangnya. Meski begitu, beberapa pemilik lapak memaksa masuk ke tokonya masing-masing untuk menyelamatkan barang dagangan mereka. Namun karena api yang cepat merambat, hanya beberapa barang saja yang berhasil diselamatkan.

“Mau apalagi, cuma bisa pasrah,” ungkap Narti (35) yang mempunyai toko pakaian di Shoping Centre Limboto.Salah seorang pedagang pakaian Sumiati Naue mengaku, mendengar informasi kebakaran pada pukul 22.00. Saat itu dirinya berada di rumah.

“Ada teman yang kasih kabar, sampai di sini sudah tidak bisa buat apa-apa. Barang saya sudah habis semua,” ujar Sumiati.
Meski demikian beberapa pedagang, khususnya yang berada di bangunan bagian depan, masih sempat menyelamatkan barang dagangannya. Api baru dapat benar-benar dipadamkan sekitar pukul 02.00 Wita.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang turun mendatangi lokasi menyampaikan keprihatinan atas peristiwa kebakaran. Padahal, menurutnya, Pemkab Gorontalo sedang melaksanakan rencana renovasi Shopping Center Limboto pada tahun ini. Bahkan proses tender sudah dimulai.

“Memang tahun ini sudah kita anggarkan, Rp7miliar lebih yang sudah kita anggarkan untuk merenovasi (shoping) ini,” jelas Nelson Pomalingo Adanya kejadian tersebut jelas Nelson membuat rencana pemerintah buyar, sehingga proses tersebut akan ditunda sementara.

“Dana yang kita siapkan kita stop dulu tendernya, sambil kita beda ini, dan kita buat perencanaannya yang baru. Harapannya ini (pembangunan) bukan hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga kita akan berjuang ke pemerintah pusat,” ujar Nelson menerangkan.

Untuk saat ini lanjutnya, Pemkab Gorontalo akan fokus untuk melakukan identifikasi kebakaran, kerugian dan juga korbannya. Terutama mendata pedagang yang menjadi korban. Sehingga pemerintah bisa lebih mudah memberikan bantuan.

“Tentunya kita akan memberikan bantuan kepada mereka, karena itu pertama yang akan kita lakukan ada mengidentifikasi korban, baru kita beri bantuan permodalan,” ungkap Bupati Gorontalo.

Para pedagang yang mau berjualan, pemerintah memang sudah menyediakan lokasi relokasi, di pasar Kayu Bulan Limboto. Lokasi tersebut memang disiapkan, untuk proses renovasi yang rencananya dimulai bulan ini.

Terpisah Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Husni Deka menjelaskan, untuk memadamkan api ada 7 unit Damkar yang diturunkan. Yakni 2 unit dari Kabupaten Gorontalo,1 unit Damkar dari Kabupaten Bone Bolango, 1 Unit Damkar dari Kota Gorontalo, 1 unit dari Damkar Provinsi, dan 2 unit mobil water canon dari Polda Gorontalo.

“Untuk kerugian kita belum bisa hitung berapa pastinya, tetapi diperkirakan mencapai miliran rupiah,” kata Husni Deka menjelaskan. Kapolres Gorontalo AKBP. Purwanto mengungkapkan, pihaknya belum memastikan penyebab kebakaran tersebut. “Rencananya besok kami akan mendatangkan tim forensik, untuk memudahkan penyelidikan,” ungkap Purwanto.(nat/tr-58)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar