Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Siap Terapkan New Normal, Gubernur : Besok, Skenarionya akan Dikaji

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 26 Mei 2020 | 18:35 WITA Tag: , , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (Kemeja Putih) ketika diwawancarai sejumlah awak media usai usai memimpin rapat Forkopimda di rumah jabatan Gubernur, Selasa (26/05/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah pusat akan mulai menerapkan new normal dalam menghadapi Covid-19. Tahap pertama akan dimulai dari empat Provinsi, salah satunya adalah Provinsi Gorontalo.

Rusli Habibie selaku Gubernur Gorontalo dengan tegas menyatakan siap untuk melaksanakan new normal tersebut.

“Gorontalo sangat siap. Skenario penerapan new normal akan kita kaji besok bersama tim,” ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat diwawancarai usai memimpin rapat Forkopimda di rumah jabatan Gubernur, Selasa (26/5/2020).

BACA  Sebanyak 158 Karyawan Hotel Dapat Bantuan dari Pemprov

Rusli menegaskan, penerapan new normal akan dilakukan melalui kajian yang matang untuk menghindari kebingungan masyarakat. Kajian tersebut akan mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Jadi belum ada waktu pasti kapan new normal akan diterapkan, karena harus kita kaji lebih dahulu,” imbuhnya.

BACA  BKSU Diminta Percepat Pembangunan Klaster Kawasan Perikanan

Lebih lanjut Gubernur Gorontalo dua periode itu menjelaskan, Pemprov Gorontalo akan lebih banyak melakukan upaya preventif dan sosialisasi dalam penerapan new normal. Sosialisasi tersebut akan dilakukan secara masif di seluruh wilayah Gorontalo dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat, para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

BACA  Wagub : Pendidikan TK Harus Diprioritaskan Dari Segi Penganggaran

“Semua akan kita gerakkan untuk penerapan new normal. Intinya, apapun yang menjadi himbauan pemerintah pusat dan daerah, itu kembali pada kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Kalau saja tingkat kesadaran masyarakat sudah baik, tentunya tidak perlu lagi ada pembatasan wilayah, pembatasan waktu beraktivitas dan penutupan pasar,” pungkas Rusli.(adv/rwf/hg)


Komentar