Sabtu, 28 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Siapkan Rp 1,7 Triliun, Kemristekdikti Benahi Enam Universitas

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 18 Juli 2017 | 03:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id JAKARTA – Pemerintah melalui Kemristekdikti bakal mengembangkan beberapa universitas di seluruh tanah air sebagai bagian rencana strategis 2005-2025. Dinamakan “Proyek 7 in 1”, kegiatan ini menelan investasi sebesar Rp 1,7 triliun.

“Proyek ini digagas untuk mendukung percepatan pencapaian program Pemerintah dalam pengembangan pendidikan tinggi,” kata Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Intan Ahmad, Senin (17/7).

Pembangunan dan pengembangan pendidikan tinggi dilakukan secara bottom-up yang menekankan pada keunggulan dan kekhasan masing-masing lembaga serta mengembangkan sumber daya manusia yang koheren dan berkelanjutan di tujuh universitas.

BACA  Dinkes Daerah Diminta Persiapkan Program Vaksinasi Covid-19

“Ada tujuh universitas yang tersebar di empat pulau besar yang mewakili wilayah Indonesia. Dengan dukungan sumber dana dari berbagai pihak,” lanjutnya.

Tujuh institusi tersebut antara lain Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mewakili Pulau Jawa. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dari Pulau Sulawesi. Universitas Tanjungpura (Untan) dan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) dari Pulau Kalimantan, serta Universitas Syiah Kuala dari Pulau Sumatera.

BACA  Masyarakat Jangan Ragu Periksa Kesehatan Jika Alami Gejala Covid-19

Adapun sumber dana utama proyek ini dari Islamic Development Bank (IDB) yang mendanai enam universitas yaitu Unesa, UNY, UNG, Untan, Unsrat dan Unlam). Sedangkan Saudi Fund and Development (SFD) mendanai satu universitas yaitu Unsyiah, dengan dana pendamping dari
pemerintah Indonesia.

BACA  Seorang Pasien Covid-19 Janjikan Tanah Warisan, Perawat Cantik Ini Tertawa

Penandatanganan MoU proyek tersebut, telah dilakukan, Jumat 14 Juli 2017 lalu dengan pemenang tender pekerjaan sipil di tiap-tiap universitas di kantor Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta.

Berdasarkan data, tahun 2017 terdapat kurang lebih 184.267 mahasiswa terdaftar pada ketujuh universitas tersebut. Sedang staf pengajar dan tenaga kependidikan berjumlah sebanyak 8.013 orang.(hg/esy/jpnn)


Komentar