Minggu, 20 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sikapi Keluhan Warga, Rp 5,6 Miliar Dikucurkan Guna Bangun Jalan Tani  

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 6 November 2019 | 17:05 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didatangi petani, mereka mengeluh tentang akses jalan tani yang sulit dilalui, jika hujan keadaannya berlumpur, jika kemarau debu bertebaran. Tak cuma itu, kondisi jalan ‘kobong’ yang tak memadai itu juga menyulitkan mereka untuk distribusi hasil pertanian.

Keluhan itu langsung disahuti gubernur, dengan menggelontorkan anggaran untuk membangun  akses jalan tani. Tapi dengan syarat, akses harus direkomendasikan bupati. Sistem anggarannya memang seperti itu, sebab akses jalan tani merupakan urusan bupati atau walikota.

“Undang-undang 23 sudah mengatur itu. Pemerintah provinsi bisa melaksanakan pembangunan di kabupate/kota (yang menjadi urusan kabupaten/kota) jika ada rekomendasi dari bupati/walikota,” kata Kadis PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto.

BACA  Wagub Nilai, Festival Lagu Perjuangan Tumbuhkan Semangat Patriotisme

Untuk tahun ini ada kurang lebih 15 paket proyek pekerjaan untuk membuka akses jalan tani. Total anggaranya Rp 5,6 miliar, tersebar di Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Pohuwato dan Bone Bolango.

“Panjangnya kurang lebih 20 KM,” ujar Handoyo.

Memang kata Handoyo, akses jalan tani menjadi keseriusan tersendiri bagi Gubernur Rusli Habibie. Tak sekadar menyahuti keluhan para petani, tapi pembangunan akses jalan tani merupakan upaya meningkatkan produksi pertanian, dan melancarkan distribusi hasil pertanian.

“Hasilnya petani yang sejahtera. Ini peran kami di PUPR, turut terlibat dalam peningkatan pertanian,”katanya.

Dengan dibukanya akses pertanian, maka petani yang tadinya hanya mengandalkan tenaga manusia untuk mengangkut hasil pertanian, kini kendaraan pengangkut bisa langsung ke kantong pertanian.

BACA  Sensus Penduduk, Momen yang Harus Disukseskan

“Jagung tidak lagi dipikul, mobil atau motor sudah bisa langsung parkir di dekat kebun, dan angkut hasil panen,” katanya.

Upaya ini merupakan dukungan aksesibilitas ke kantong-kantong produksi pertanian yang nyata, yang bisa mengurangi waktu distribusi, biaya dan tentu mempermudah petani.

“Harga komoditi pada tingkat petani juga tidak tersita hanya lantaran mahalnya ongkos angkut. Ini upaya-upaya pak Gubernur mensejahterakan petani, selain bantuan benih dan pupuk yang terus dilakukan,” terangnya.

Selain akses jalan pertanian, Dinas PUPR juga melengkapi infrastruktur pertanian dengan pembangunan irigasi. Seperti rehab jaringan irigasi Tolinggula sepanjang 1,1 KM dengan anggaran Rp 2,5 Miliar dan rehab jaringan irigasi toluduyunu sepanjang 1,2 Km dengan anggaran Rp1,2 miliar. Program ini jelas untuk meningkatkan kinerja irigasi untuk pengairan sawah pada area yang luasnya di atas 1.000 hektare.

BACA  13 Figur Ikut Tes Kesehatan, Sembilan Orang Jalani Isolasi, Dua Orang?

“Irigasi-irigasi itu kurang maksimal lagi karena mengalami kerusakan, makanya dilakukan perbaikan untuk kembali memaksimalkan peran irigasi,” tandas Handoyo.

Ia berharap fasilitas yang dibangun pemerintah itu, bisa dimaksimalkan dan dijaga bersama.

“Sejak pak Rusli awal-awal menjabat Gubernur sudah banyak yang dibangun, kedepan akan ada lagi. Karena ini perhatian beliau khusus untuk infrastruktur sektor pertanian,” tutup Handoyo. (adv/hg)


Komentar