Simak Berita dan Video Situasi Terakhir di Tapal Batas Gorontalo-Sulteng

Sejumlah masyarakat dari Tolinggula, Gorontalo Utara memblokade jalan di perbatasan pada Selasa (15/10/2019). (Foto Koleksi Facebook Hengki Kasim)

Sejumlah masyarakat dari Tolinggula, Gorontalo Utara memblokade jalan di perbatasan pada Selasa (15/10/2019). (Foto Koleksi Facebook Hengki Kasim)

Hargo.co.id, GORONTALO – Aksi blokade jalan di perbatasan Gorontalo-Sulawesi Tengah (Sulteng) oleh masyarakat Tolinggula pada Selasa (15/10/2019), membuat Kapolres Gorontalo, AKBP H. Dafcoriza, SIK, M.Sc turun lansung ke lokasi. Walhasil, AKBP H. Dafcoriza berhasil meredam emosi warga dan membuka aksi blokade jalan.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi blokade jalan penghubung tepatnya di perbatasan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dan Kabupaten Buol. Masyarakat Tolinggula, Gorut melakukan blockade karena muncul isu jika tapal batas yang ada saat ini akan bergeser sejauh 200 meter ke wilayah Gorontalo.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Tolinggula maupun masyarakat Palele, agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Janganlah termakan oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kita juga akan bekerja sama dengan pihak Polres Buol, untul mengusut siapa oknum yang telah menyebarkan berita bohong tersebut,” kata AKBP H. Dafcoriza, SIK, M.Sc saat memberi penjelasan di depan masyarakat.

Video

Mantan Kapolres Pohuwato ini juga menambahkan, agar kiranya masyarakat tetap tenang sambil menunggu hasil rapat Forkopimda, antara Gubernur Gorontalo dan Gubernur Sulawesi Tengah.

“Insya Allah rapat tersebut dijadwalkan akan digelar pada Rabu (16/10/2019) besok di Kota Gorontalo. Rapat tersebut pastinya akan membahas titik tapal batas yang akan diajukan ke Kemendagri untuk dibuatkan ketetapannya,” kata AKBP H. Dafcoriza, SIK, M.Sc sambil mengajak masyarakat kembali membuka blockade jalan. (zul/hg)

-