Rabu, 2 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Simak! Curhat Si Pembacok yang Cintanya Ditolak, “Saya Benar-benar Khilaf”

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 25 Mei 2017 | 10:47 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Sempat kabur lebih kurang 10 jam lamanya. AR (50) alias Daeng hanya bisa pasrah dikeler tim buru sergap (buser) Polres Gorontalo Kota, Selasa (23/5) malam pukul 23.00 wita. Warga Kelurahan Dembe II, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo itu diciduk saat bersembunyi di rumah salah seorang kerabatnya di Kecamatan Marisa, Pohuwato.

Daeng diburu tim buser Polres Gorontalo Kota lantaran melarikan diri setelah membacok Hadijah Suaiba (40) alias Tetin warga Kelurahan Dembe II, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Lelaki bertubuh tinggi kurus itu nekat membacok Tetin karena emosi. Pemicunya, Daeng mengaku terus didesak dan diteror oleh Tetin.

BACA  Gara-Gara Virus Corona, Seorang Ayah Tega Bunuh Anaknya

Kepada Gorontalo Post, pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu mengakui bila antara dirinya dan Tetin memiliki hubungan asmara. “Saya tahu dia (Tetin,red) masih ada suami. Tapi kami memang saling suka,” ujar pria berkumis tipis itu.

Daeng mengaku merantau ke Gorontalo pada 1998 silam. Kala itu dari daerah Sulsel dia datang ke Marisa. Setibanya di Marisa dia menjalani pekerjaan sebagai penjual ikan. Beberapa bulan kemudian, Daeng banting setir. Ia memilih bekerja sebagai pengelola tambak di wilayah Randangan, Pohuwato.

Pada 2014, pria berkulit sawo matang itu memutuskan membina rumah tangga. Ia mempersunting seorang perempuan yang berdomisili di Kota Gorontalo. Setelah menikah, Daeng berpindah tempat tinggal. Dari Pohuwato ke Kelurahan Dembe II, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.

BACA  Tindakan Tegas Menanti Jika Langgar Protokol Kesehatan

“Saya pindah ke kota kemudian berjualan di pasar sore (Pasar Dembe II,red),” ungkap Daeng. Di pasar Dembe II, Daeng yang berjualan ayam potong dan telur bertemu dengan Tetin yang juga berjualan kue. Awalnya, antara Daeng dan Tetin hanya saling tegur sapa sebagai sesama pedagang. Lama-lama kelamaan keduanya makin akrab.

Pengakuan Daeng, ketika hubungan dirinya dan Tetin makin terjalin erat, dirinya mulai merasa tak nyaman. Tetin, kata Daeng, mulai mendesak untuk dinikahi. Namun yang membuat Daeng kalap mata ketika desakan itu tak hanya ditujukan kepada dirinya saja, tetapi juga kepada sang istri.

BACA  Pukul 22.00 Wita, Warkop, Café dan Restoran Wajib Ditutup di Gorontalo

“Istri saya sering di sms pak, dia (Korban,red) meminta saya untuk segera menikahinya,” tegasnya. Puncaknya menurut Daeng terjadi sehari sebelum kejadian. Saat itu korban mengirimkan SMS ke handphone milik istri Daeng.

[Baca: Sadis!!! Ibu Dua Anak Tiba-tiba Dibacok, Lengan Nyaris Putus, Jadinya…]

“Isinya nikahi saya jadikan sebagai istri dan semua tanggungan-tanggungan anak-anak saya dan hutang-hutang saya kamu yang tanggung,” ujar Daeng menirukan isi SMS yang dikirimkan korban kepada istrinya. Keesokan harinya, Selasa (23/5) Daeng menelpon nomor korban.

Laman: 1 2


Komentar