Rabu, 27 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Simak! Curhat Si Pembacok yang Cintanya Ditolak, “Saya Benar-benar Khilaf”

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 25 Mei 2017 | 10:47 AM Tag: , ,
  

Hanya saja panggilan lewat sambungan seluler itu tak diangkat. Bahkan nomor yang dituju dalam keadaan tak aktif. Tanpa banyak kata, Daeng lantas menuju ke rumah Tetin sambil membawa parang yang diselipkan di dalam baju.

“Saya sudah tidak tahan pak, dia (Korban,red) selalu meneror saya setiap hari,” ujarnya dengan nada lesu. Setelah membacok Tetin, Daeng berupaya kabur. Parang yang digunakan membacok Tetin di buang di area persawahan di Jl. KH Adam Zakaria, Kelurahan Dembe II. Lokasinya sekitar 100-200 meter dari lokasi kejadian.

[Baca: Mengharuhkan! Begini Kata Anak korban Ketika Tangan Ibunya di Amputasi]

Selanjutnya ia menuju ke rumah salah seorang rekannya, Une di Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Bone Boalngo. Saat bertemu Une, Daeng memohon dipinjamkan uang. Untuk jaminan, Daeng menyerahkan sepeda motor bebek yang digunakan.

“Teman saya itu tak tahu tentang kejadian,” kata Daeng. Setelah mendapat pinjaman uang, Daeng kemudian menuju ke rumah kerabatnya di Marsia. Di tempat itu, Daeng memutar otak untuk melarikan diri dari jeratan hukum. Namun di tengah sedang menyusun langkah kabur, dirinya sudah dibekuk Polisi.

“Saya dijemput oleh tim buser Polres Gorontalo Kota sekira pukul 23.00 wita. Saat itu saya sedang makan malam. Saya sudah tau saya akan ditangkap malam itu, makanya saya sudah tidak kemana-mana lagi,” terangnya. Di sisi lain, Daeng mengaku menyesal atas kejadian yang menimpa Tetin. “Saya benar-benar khilaf,” katanya lesu.

[Baca: Cerita Para Tetangga, Seperti Ini Kedekatan Pria yang Bacok Wanita Idamannya]

Terpisah Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap pelaku.

“Tadi pagi (kemarin,red) sempat dilakukan pencarian barang bukti yang dibuang pelaku ke salah satu area persawahan dekat tempat kejadian perkara,” ujar perwira dua melati itu.

Menurut Wahyu Tri Cahyono, pencarian barang bukti batal dilakukan karena saat itu keluarga korban langsung mendatangi lokasi kejadian.

Sehingga Polisi mengamankan pelaku ke kantor Mapolsek Kota Utara “Kepolsiian akan terus melakukan pendalaman terhadap pelaku, termasuk mengenai motifnya,” tandas Wahyu Tri Cahyono.(tr-45/tr-53/hg)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar