Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Simak! Hati-hati ya Bunda, Keseringan Bilang ‘Jangan’ Pada Anak Bisa Bahaya

Oleh Berita Hargo , dalam Headline LifeStyle , pada Saturday, 24 February 2018 | 11:59 AM Tags: ,
  

Hargo.co.id – Seseorang bisa lebih sehat apabila pandai mengelola stres dengan selalu berpikir positif. Dalam momentum Hari Berpikir Sedunia yang jatuh tiap 22 Februari, seseorang yang ingin memiliki kebiasaan berpikir positif harus dibiasakan sejak kecil.

Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. menjelaskan kebiasaan berpikir positif terus berkembang sejak dari dalam kandungan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia.

Sayangnya sejak kecil, orang tua tanpa sadar sering mengeluarkan kata ‘jangan’. Bahayanya, kata ‘jangan’ sama saja menciptakan lingkungan yang selalu melihat hal negatif dari diri anak.

“Jika anak sering mendengar kata-kata apresiasi ‘bagus’, ‘ayo coba lagi’, maka mereka akan berpikir positif dan problem solving,” kata Budi saat berbincang dengan JawaPos.com, Jumat (23/2).

Untuk itu, ungkap Budi, salah satu sikap yang perlu juga dikembangkan pada anak adalah komunikasi dengan orang tua. Misalnya percakapan ini bisa dilakukan setelah pulang kerja atau ketika anak selesai belajar di sekolah.

“Menanyakan sudah makan, sudah belajar, sudah mandi atau menanyakan, coba ceritakan ke ibu apa yang menyenangkan hari ini. Yang mana yang akan mengembangkan pikiran positif,” paparnya.

Budi menjelaskan dari hal sederhana ini, anak akan belajar memikirkan yang baik dan senang. Anak juga akan rindu berjumpa dengan orang tua, hubungan jadi dekat.

Story telling atau bertutur si anak menjadi baik. Yang ketiga ini perlu, mengingat anak kurang bicara akibat main gawai,” tukasnya.

(ika/JPC)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar