Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Simak Kisah Dua Orang yang Sembuh dari Covid-19 di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Kamis, 29 Oktober 2020 | 23:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi


HADIRNYA wabah Coronavirus Disease (Covid-19) atau yang dikenal dengan Virus Corona di Indonesia sejak awal Maret 2020 lalu, cukup banyak merenggut nyawa manusia. Namun tak sedikit pula yang selamat, dalam artian sembuh dari penyakit tersebut. Simak penuturan mantan pasien Covid di Gorontalo yang kini kembali beraktivitas seperti biasa.

 

Hargo.co.id/Gorontalo

 

VIRUS Corona tak pandang usai. Tua, muda dan bahkan balita juga ikut diserang, selama tidak menjalankan protokol kesehatan. Bahkan dokter dan tenaga kesehatan ikut menjadi korban keganasan virus ini.

Hasil liputan kami, ada dua orang mantan penderita Covid-19 yang berhasil diwawancarai. Kami hanya bisa menyebutkan inisialnya, karena takut keluarganya protes. Meskipun yang bersangkutan sendiri tak keberatan nama dan fotonya dipublikasikan.

Nama dengan inisial AK, merupakan pria yang berusia 76 tahun. Pesohor dari dunia politik ini, pernah berjuang melawan Covid-19 pada Agustus 2020 lalu. Namun kini sudah dinyatakan sembuh total dari penyakit Covid-19 yang sempat menginfeksi tubuhnya. Ada yang menarik dari perjuangan AK melawan penyakit ini. Yakni proses kesembuhan dengan cara mengisolasikan

BACA  Satgas Covid-19 Ajak Warga Belajar dari Libur Panjang

diri selama 10 hari secara mandiri. Padahal seperti diketahui, Lansia termasuk kelompok orang yang paling rentan terinfeksi virus corona.

AK menuruturkan jika apa yang dijalankan selama isolasi mandiri tak lepas dari anjuran dokter. Setelah sebelumnya divonis positif atas hasil swab test yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo.

“Usai jalani test swab, saya langsung diminta untuk melakukan isolasi mandiri dengan diberikan berbagai vitamin untuk menguatkan imun dalam tubuh,” kata AK seraya menambahkan jika kesembuhan pasien Covid-19 tersebut tak lepas dari kerja-keras tenaga medis.

Dirinya menambahkan, di Gorontalo angka kematian akibat corona dengan penyakit bawaan sangat tinggi. Namun, AK tetap berdoa dan berusaha untuk melakukan apa yang dianjurkan dokter.

“Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman semua bahwa proses yang diberikan pada layanan medis pasien dengan Covid positif sudah sangat baik,” tegasnya.

BACA  Penerapan Protokol Kesehatan di Mapolsek Kabila Cukup Ketat

Lanjut katanya, saat melakukan isolasi mandiri, suhu badan mengalami kondisi yang semakin memburuk. Namun dengan tekad yang kuat untuk sembuh, semuanya terlewati.

“Apalagi banyak vitamin yang diberikan tenaga medis dari Puskesmas Limboto yang dikonsumsi secara teratur,” tambahnya.

Memasuki hari ke-10 isolasi mandiri, AK ke Puskesmas Limboto untuk melakukan check up dan langsung dilakukan test swab lagi.

“Alhamdulillah, saya dinyatakan sembuh dari Covid-19,” tutur Abdullah Karim, sembari menyampaikan pesan dalam melawan Covid-19 adalah disiplin menerapkan Protokol Kesehatan, hidup bersih dan sehat.

Selain AK yang sukses melawan ganasnya Covid-19, pria dengan inisial KL juga demikian. Bedanya, KL menjalani perawatan di rumah sakit. Pria yang kini berusia 67 tahun itu adalah satu diantara pasien lainya yang sempat kaget ketika menjalani perawatan medis di RSUD Toto Kabila, Bone Bolango, karena dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test.

Kabar itu langsung beredar dikalangan keluarga dan tetangganya, meskipun tim gugus tugas hanya mengumumkan inisialnya saja.

BACA  Terjaring Operasi Yustisi, Warga Diminta Patuh Protokol Kesehatan

“Semua keluarga menelpon, tanya keadaan soal kesehatan di rumah sakit,” kata KL setelah dihubungi media ini.

Sembuh dari Covid-19 bagi KL adalah hal yang luar biasa. Apalagi memiliki penyakit bawaan yang sudah komplikasi seperti sesak nafas, darah tinggi, panas dan lainnya.

KL sempat dirujuk ke Rumah Sakit Ainun B.J. Habibie. Sebuah rumah sakit yang juga menangani pasien Covid-19 di Gorontalo.

“Luar biasa, karena tim medis lebih maksimal lagi pelayanannya. Saya dengan pasien lainya seperti keluarga dari para medis yang intens memeriksa kesehatan,” kata KL.

Melihat pengalaman dua pasien di atas, yang perlu diambil yakni pasien jangan hanya pasrah dengan kondisi yang ada. Harus tegar melawan dan jangan lupa anjuran dokter. Selain itu. Tetap memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. (***)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar