Selasa, 20 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Simak Kisah Indri Afriani Yasin Setelah Selesaikan Studi di Jepang

Oleh Berita Hargo , dalam Podcast , pada Kamis, 25 Maret 2021 | 23:58 WITA Tag: ,
  Indri Afriani Yasin, saat menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast beberapa pekan lalu. (Foto Istimewa/Tangkapan Layar)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik dari kisah Indri Afriani Yasin, Ph.D setelah menyelesaikan studi S3 di Jepang. Yakni, anak-anaknya sulit beradaptasi karena tak begitu paham Bahasa Indonesia.

Ini terungkap ketika Indri Afriani Yasin menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast yang disiarkan lewat Youtube Femmy Udoki beberapa pekan lalu. Alumni Jurusan Perikanan (D3) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini, menyelesaikan S1 di Jepang. Kemudian melanjutkan S@ di negara yang sama. Pada tahun kedua, ia mendapatkan tawaran dari agar mengikuti seleksi S3. Sehingga Indri Afriani Yasin menyelesaikan masa studinya 5 tahun di Jepang.

Hal yang melatarbelakangi Indri Afriani Yasin kuliah di Jepang adalah mengikuti seleksi pertukaran mahasiswa ke Makassar. Pesertanya dari berbagai perguruan tinggi diantaranya adalah UNG, UGM, UNHAS, IPM dan Ehime Daigaku University. Jumlah peserta yang mengikuti seleksi tersebut adalah 50 orang dan yang dinyatakan lulus hanya 2 orang.

BACA  Berawal dari Panti Asuhan, Al-Islam Kini Tempat Mondok Ratusan Santri

“Prof. Osojawa Sense dari Ehime menantang peserta membuat proposal agar bisa tembus ke Jepang. Saya membuat proposal tersebut dengan modal kemampuan bahasa Inggris yang di bawah rata-rata. Ia dimentoring oleh pak Elnino Mohi dan dibantu memperbaiki grammarnya. Hasilnya, dari beberapa peserta yang ikut, hanya Indri Afriani Yasin dinyatakan lulus oleh Prof. Osojawa Sense,” jelas Indri Afriani Yasin.

BACA  ‘Kolektor’ Wajan Itu, Kini Menjelma jadi Pengusaha Kuliner Sukses

Namun, setelah menyelesaikan studi di Jepang dan harus kembali ke Indonesia. Yakni membantu anak-anaknya beradaptasi agar merasa lebih nyaman berada di Indonesia. Hampir 4 bulan lebih Indri Afriani Yasin bersama keluarganya sudah berada di Indonesia.

Menurut Indri Afriani Yasin, anaknya kini tengah diajarin Bahasa Indonesia. “Anak saya bernama Alana sudah mulai bersekolah. Namun, kemampuannya dalam Berbahasa Indonesia masih di bawah rata-rata. Gurunya meminta untuk belajar Bahasa Indonesia dulu,” kata Indri Afriani Yasin.

Sebenarnya, menurut Indri Afriani Yasin, setiap hari di Jepang, selalu menggunakan Bahasa Indonesia di rumah. Namun, anak-anaknya belum terlalu mahir. Hal ini dikarenakan, mereka tinggal di apartemen yang tidak ada keluarga Indonesia.

BACA  Berawal dari Panti Asuhan, Al-Islam Kini Tempat Mondok Ratusan Santri

“Dan Alana merupakan satu-satunya anak Indonesia di sekolahnya,” kata Indri Afriani Yasin.

Meskipun sering ketemu anak-anak Indonesia saat orang tuanya arisan, namun asalnya beda daerah. Ada yang dari Palembang, Jawa, Makassar dengan dialek yang beda-beda. Itu justru membuatnya bingung. Akhirnya mereka nhobrol pakai Bahasa Jepang.

“Alhamdulillah, Alana cenderung lebih cepat. Dia kan berangkatnya ke Indonesia itu pas 3 tahun. Jadi mungkin tersimpan di memorinya. Adiknya, yang hingga saat ini, masih ajak pulang ke Jepang. Namun, saya selalu memberi pengertian agar dapat diterima secara pelan-pelan bahwa mereka adalah orang Indonesia,” katanya. (elma/ung/hargo)


Komentar