Sunday, 25 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Simak Penuturan Pedagang Sapi di Tengah Pandemi Covid -19

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi Headline , pada Thursday, 1 July 2021 | 17:05 PM Tags: , ,
  Lapak penjualan sapi kurban di Jalan Tondano, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. (Rita Setiawati/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Hari Idul Adha atau hari raya qurban 1142 hijriah semakin dekat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak pedagang hewan qurban di Kota Gorontalo dapat ditemukan di Jalan Tondano, Sipatana, Kota Gorontalo.

Berdasarkan pantauan Hargo.co.id Kamis ( 01/07/2021) terdapat beberapa pedagang sapi qurban yang sudah menggelar lapaknya di pinggir jalan. Harapannya, bisa meraih untung dari momen tahunan tersebut, yakni sebelum Idul Adha, Selasa (20/07/2021).

Awal pandemi pada 2020 minat pembeli sapi qurban menurun drastis. Ketika peminat menurun, omset juga menurun. Adanya pandemi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, sehingga daya beli masyarakat untuk membeli hewan qurban juga menurun.

Lapak penjualan sapi kurban di Jalan Tondano, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. (Rita Setiawati/HARGO)
Lapak penjualan sapi kurban di Jalan Tondano, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. (Rita Setiawati/HARGO)

Tahun ini merupakan tahun kedua menyambut hari raya Idul Adha atau hari raya kurban di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk negera indonesia. Pandemi ini tentunya memberikan dampak besar bagi berbagai sektor bukan hanya kesehatan, melainkan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.

Omset penjualan hewan qurban pada saat pandemi tentunya tidak statis, artinya selalu mengalami perubahan tiap tahunnya. Salah satu pedagang hewan qurban yang membuka lapak di Jalan Tondano adalah Owis Lihawa yang sudah berjualan sapi qurban sekitar 10 tahun.

“Saya lihat tahun ini lumayan naik peminatnya dibanding tahun kemarin waktu awal  korona, penjualan tahun ini meningkat sedikit,” ungkap Owis Lihawa sembari memperlihatkan sapi yang dijualnya.

Terdapat puluhan ekor sapi jantan yang dijual dan ada berberapa jenis sapi yang dijual oleh Owis antara lain Sapi Bali, Sumba dan Limousin yang dibandrol mulai dari harga 12-35 juta. Umur sapi yang dijual pun bervariasi mulai dari umur satu tahun sampai enam tahun.

Selain itu, beliau juga mengungkapkan jika ada beberapa orang yang sudah membeli sapi qurban sebelum hari H penyembelihan, pembeli tersebut menitipkan sapi yang sudah dibeli itu dengan memberikan uang perawatan

” Biaya perawatan itu 100 ribu/hari yang digunakan untuk membeli pakan sapi dan membayar orang yang merawat,” kata Owis.  (rita/hargo)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar