Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sindikat Pencuri Baterai Tower di Gorontalo Dibekuk Polisi

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 16 Desember 2020 | 01:05 WITA Tag: , ,
  Empat tersangka pencuri dan penadah baterai tower saat digiring ke Rutan Mapolda Gorontalo, Selasa (15/12/202) (Foto: Natha/Gorontalo Post)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sepak terjang sindikat pencurian baterai tower di Gorontalo akhirnya terungkap. Menyusul dibekuknya tiga pelaku pencurian masing-masing AD (21), WK (21) dan SB (29)  serta satu orang penadah inisial SE belum lama ini.

“Ya, penangkapan terhadap keempat tersangka oleh Resmob gabungan dari Polda Gorontalo dan Polres jajaran bermula dari satu pelaku inisial WK tertangkap tangan saat beraksi di tower Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono kepada wartawan belum lama ini.

Menurut pengungkapan yang dilakukan penyidik, Pada 11 Desember sekitar pukul 01.30 Wita, WK tengah sibuk mengangkut sembilan baterai ke atas mobil.

BACA  Polres Pohuwato Ungkap Aktivitas Judi Togel Online

“Tersangka pertama berhasil dibekuk saat beroperasi, di TKP ada 9 baterai yang baru saja dikeluarkan dari tower,” ujar Wahyu kepada awak media, Selasa (15/12/2020).

Bermodalkan penangkapan tersangka pertama, Resmob Polres Gorontalo Kota langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah tim dari Polda dan Polres lainnya. Ternyata, laporan kehilangan baterai tower juga terjadi di sejumlah wilayah hingga Kabupaten Gorontalo Utara.

WK langsung diiterogasi terkait pengambilan baterai tersebut. Dari hasil interogasi, WK mengakui jika selama ini sudah sering mengambil baterai di tower. Informasi yang diberikan WK membawa tim Resmob menuju dua tersangka lainnya di Kecamatan Telaga. AD dan SB berhasil diamankan petugas di rumah mereka masing-masing.

BACA  Diduga Habis Nyabu, Pria di Gorontalo Diamankan Polisi

“Mereka mengakui di tujuh TKP, dan mencuri untuk menutupi hutang,” katanya.

Masing-masing tower yang berhasil dibongkar para tersangka yakni tower Pongongaila, Tower satria Bongo Meme, tower desa Tumba, tower XL di Hulawa, tower Tri Yosonegoro, tower Terkomsel Limboto, tower Telkomsel Desa Buhu. Baterai hasil pencurian langsung dijual kepada SE, warga asal Isimu dengan harga Rp 80 ribu perkilogram.

Satu baterai bisa mencapai Rp 250 ribu. Petugas pun langung menangkap SE sebagai penadah. SE mengaku menjual baterai ke gudang barang bekas di Kota Bitung. Dari hasil pengambangan kasus, petugas berhasil mengamankan 40 unit baterai hasil curian para tersangka. Selain itu, aparat juga mengamankan empat unit kendaraan roda empat dan dua sepeda motor yang digunakan untuk melakukan aksi pencurian.

BACA  Pengunjung Membludak, Pantai Minanga 'Disegel' Petugas

“Kerugian mencapai Rp 300 juta, karena baterai yang dicuri mencapai 89 unit. Dari pihak telekomunikasi mengaku satu baterai seharga Rp 2,4 juta,” ujar Dir Reskrimum Polda Gorontalo Kombes Pol Deni Okvianto.

Para pelaku melakukan aksi pencurian pada malam hari dengan merusak pagar kawat menggunakan sejumlah alat. Tiga tersangka utama yang mencuri baterai dijerat dengan pasal 363 ancaman hukuman 7 tahu penjara. Sementara penadah SE dijerat dengan pasal 481 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (tr69/hg)


Komentar