Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Siswa Berantem, Ini yang Dilakukan Bhabinkamtibmas

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 29 Agustus 2018 | 23:29 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Salah seorang siswa SMK Kesehatan, Rahman Mustafa (16) diduga dianiaya oleh kurang lebih lima orang siswa dari SMA 1 Randangan. Hal tersebut dipicu lantaran sepupu wanita Rahman Mustafa sering dicubit di pipi oleh siswa SMA 1 Randangan, sehingga berbuntut pada persoalan penganiayaan terhadap Rahman Mustafa yang tak senang dengan perbuatan tersebut.

Awalnya, mendengar informasi saudaranya sering dijahili oleh siswa SMA Negeri 1 Randangan, Rahman Mustafa pun mengajak oknum siswa yang menjahili untuk bertemu di kompleks SMK Kesehatan, Desa Patuhu, Kecamatan Randangan. Bahkan sempat terjadi peran dingin melalui status di media sosial. Ketika bertemu, Rahman Mustafa mendorong salah seorang siswa bernama Riski Supriadi.

Melihat hal tersebut, empat orang rekan Riski langsung mengeroyok Rahman Mustafa. Hal tersebut pun diketahui oleh anggota Bhabinkamtibmas Briptu Andika Fajar bersama Kanit Sabhara Polsek Randangan, Bripka Sudirto Binding. Keduanya pun langsung mengundang kedua belah pihak dan memediasi persoalan tersebut.

Kapolsek Randangan Ipda Ali Hairuddin,SH,S.Ip ketika diwawancarai mengatakan, dari hasil mediasi yang dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas, alhamdulillah antara kedua belah pihak tidak ada yang keberatan dan mau untuk saling memaafkan. “Alhamdulillah persoalan pengeroyokan ini bisa dimediasi dan kedua belah pihak pula telah menandatangani surat pernyataan,” ujarnya.

Ditanyakan bagaimana dengan proses hukum? Kata Ipda Ali Hauriddin, tidak semua perkara harus diselesaikan secara penindakan hukum. Apabila perkara tersebut masih bisa dimusyawarahkan, maka langkah yang diambil adalah musyawarah. Apabila memang tidak ada kesepakatan, maka tentu persoalan tersebut akan diproses sebagaimana aturan hukum yang berlaku.

“Kalau semua perkara diproses hukum, maka lembaga bisa jadi penuh. Oleh karena itu, ada perkara yang diproses secara musyawarah dan ada pula yang ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. (kif/gp/hg)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar