Legislatif

Sladauri: Setiap Progres Pekerjaan Harus Ada Laporan

×

Sladauri: Setiap Progres Pekerjaan Harus Ada Laporan

Share this article
Sladauri: Setiap Progres Pekerjaan Harus Ada Laporan
Komisi lll DPRD Kabupaten Gorontalo, saat mengunjungi proyek pekerjaan pembangunan di RS MM Dunda Limboto. (Foto: Deice/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Mengantisipasi jangan sampai terjadi keterlambatan pekerjaan seperti tahun-tahun sebelumnya, komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo mengingatan agar progres pekerjaan harus ada laporannya.

Berita Terkait:  Penolakan LPj APBD 2022, Deasy: Bentuk Komitmen dan Konsistensi PDIP

Ini diungkapkan Ketua Komisi lll Sladauri Kinga saat mengunjungi rumah sakit MM Dunda Limboto, melihat proyek pekerjaan, Selasa (8/8/2023).

Sladauri juga menegaskan pada pihak ketiga untuk tidak berharap dana termin agar pekerjaan tidak terhambat.

Berita Terkait:  Terkait Dengan APBDP 2024, Deasy Minta KUA-PPAS Perubahan Segera Dimasukkan

“Sengaja dari awal kita sudah turun untuk mengantisipasi tidak terjadi hal-hal ditahun kemarin,

seperti putus kontrak dan pekerjaan tak selesai hingga batas pelaksanaan,” ungkap Sladauri.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menekankan untuk termin keuangan harus disesuaikan dengan progres yang ada di lapangan, jangan melebihi progres pekerjaan.

Berita Terkait:  Aleg Kabgor Ini Turun Serap Aspirasi Petani saat Peringatan Hari Tani

“Disesuaikan atau kalau perlu keuangannya dibawah dari progres dan jangan lewat,

karena pengalaman kemarin progres pekerjaan baru 40 persen, tapi progres keuangannya sudah 60 persen, sehingga tak sesuai,” tutur Sladauri.

“Kami komisi lll tak ingin terjadi lagi dan ini sudah kami tegaskan sejak awal,” pungkas Sladauri.

Berita Terkait:  Mulai Difungsikan, Nasir Giasi Turun Langsung Bersihkan Puing-puing Sisa Kericuhan 21 September

Sementara itu Direktur RS MM Dunda Limboto dr Alaludin Lapananda mengakui memang ada laporan keterlambatan pembangunan, tetapi setelah dicek dengan tim teknis, bukan leterlambatan tetapi pekerjaannya membutuhkan waktu terkait pekerjaan bor dan pembongkaran gedung lama, meskipun saat ini pekerjaannya terus berjalan.

“Kami berusaha mendorong pekerjaan pembangunan ini agar lebih cepat, karena ada peringatan dari kementrian kesehatan sudah harus selesai bulan November dan harus sudah bisa melayani pasien,” jelas dr Alaludin.(*) 

Berita Terkait:  Pansus Targetkan Ranperda BMD Gorut Disahkan Bulan Juli

Penulis: Deice