Legislatif

Sladauri: Setiap Progres Pekerjaan Harus Ada Laporan

×

Sladauri: Setiap Progres Pekerjaan Harus Ada Laporan

Sebarkan artikel ini
Progres Pekerjaan
Komisi lll DPRD Kabupaten Gorontalo, saat mengunjungi proyek pekerjaan pembangunan di RS MM Dunda Limboto. (Foto: Deice/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Mengantisipasi jangan sampai terjadi keterlambatan pekerjaan seperti tahun-tahun sebelumnya, komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo mengingatan agar progres pekerjaan harus ada laporannya.

Berita Terkait:  DPRD Kabupaten Gorontalo Siap Sukseskan World Coconut Day

Ini diungkapkan Ketua Komisi lll Sladauri Kinga saat mengunjungi rumah sakit MM Dunda Limboto, melihat proyek pekerjaan, Selasa (8/8/2023).

Sladauri juga menegaskan pada pihak ketiga untuk tidak berharap dana termin agar pekerjaan tidak terhambat.

Berita Terkait:  Pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD 2023 Tuntas, Roni: Segera Masukkan RKA

“Sengaja dari awal kita sudah turun untuk mengantisipasi tidak terjadi hal-hal ditahun kemarin,

seperti putus kontrak dan pekerjaan tak selesai hingga batas pelaksanaan,” ungkap Sladauri.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menekankan untuk termin keuangan harus disesuaikan dengan progres yang ada di lapangan, jangan melebihi progres pekerjaan.

Berita Terkait:  Perda Pajak dan Retribusi di Gorut Harus Segera Diterapkan

“Disesuaikan atau kalau perlu keuangannya dibawah dari progres dan jangan lewat,

karena pengalaman kemarin progres pekerjaan baru 40 persen, tapi progres keuangannya sudah 60 persen, sehingga tak sesuai,” tutur Sladauri.

“Kami komisi lll tak ingin terjadi lagi dan ini sudah kami tegaskan sejak awal,” pungkas Sladauri.

Berita Terkait:  Kemandirian Fiskal di Gorut Hanya Sebatas Cerita

Sementara itu Direktur RS MM Dunda Limboto dr Alaludin Lapananda mengakui memang ada laporan keterlambatan pembangunan, tetapi setelah dicek dengan tim teknis, bukan leterlambatan tetapi pekerjaannya membutuhkan waktu terkait pekerjaan bor dan pembongkaran gedung lama, meskipun saat ini pekerjaannya terus berjalan.

“Kami berusaha mendorong pekerjaan pembangunan ini agar lebih cepat, karena ada peringatan dari kementrian kesehatan sudah harus selesai bulan November dan harus sudah bisa melayani pasien,” jelas dr Alaludin.(*) 

Berita Terkait:  Aksi Gabungan Desak Kebijakan untuk Penambang Tradisional di Gorontalo

Penulis: Deice