Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



SMA Berbasis Online, Penerimaan Siswa Baru SMP-SD Ada Pemerataan dengan Sistem Zonasi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 9 Juni 2017 | 02:01 AM Tag: ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Jika pendaftaran siswa baru di jenjang SMA sudah menerapkan sistem online [Baca: Lebih Mudah, Penerimaan Siswa Baru di Gorontalo Berbasis Online].  Beda lagi untuk jenjang sekolah menengah Pertama (SMP) dan Sekolah dasar (SD).

Dinas Pendidikan Kota Gorontalo menerapkan kebijakan pemerataan siswa baru jenjang SD-SMP. Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Abram Badu menuturkan, pemerataan siswa baru memang sedang menjadi prioritas saat ini.

Abram Badu menuturkan, memang untuk tahun ini lulusan SD di Kota Gorontalo cenderung lebih banyak dibandingkan dengan lulusan SMP.

“Untuk lulusan SMP jumlahnya sekitar 1900-an, sementara lulusan SD yang akan masuk SMP di Kota Gorontalo berjumlah dua kali lipatnya yakni sebanyak 3.724 siswa,” Ujar Abram.

Menurut Abram, pihaknya akan menginstruksikan pula sekolah sekolah yang berada di bawah naungan Diknas Kota Gorontalo agar dalam proses penerimaan siswa baru berdasarkan daya tampung sekolah. Pemerintah kata Abram tidak akan menerapkan sistem zonasi untuk mewujudkan pemerataan siswa baru, akan tetapi sebuah kebijakan akan ditempuh dan diharapkan maksimal dalam mengakomodir siswa baru di Kota Gorontalo.

“Kebijakan yang kita terapkan adalah membatasi pendaftar dari luar Kota Gorontalo untuk bersekolah di Kota Gorontalo. Kita akan memprioritaskan masyarakat Kota Gorontalo dengan prioritas 90 persen, sementara kami hanya membuka kesempatan 10 persen saja bagi yang berasal dari luar Kota Gorontalo untuk bersekolah di Kota Gorontalo,” tegas Abram.

Kebijakan ini diambil guna mendukung program pemerintah Kota Gorontalo, dimana seluruh anak usia sekolah di Kota Gorontalo wajib untuk sekolah, tanpa harus terbebani dengan biaya pendidikan.

“Dan kami tentu akan memantau langsung di lapangan, sehingga diharapkan dengan adanya langkah ini, maka peluang pemerataan siswa baru bisa diwujudkan tentu dengan memrpioritaskan siswa yang berasal dari Kota Gorontalo dulu,” tandas Abram.

Sementara itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dibud) Bone Bolango akan memberlakukan sistem zonasi. Hal itu dilakukan untuk pemerataan siswa baru.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (PPD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango, Husain Misa mengatakan, pihaknya tidak memproyeksi jumlah kuota penerimaan murid Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, pihaknya jelas Husain Misa hanya membagi zona saja.

Sistemnya yakni sekolah terdekat adalah pilihan pertama. Misalnya, jika siswa itu alamatnnya di Kabila, maka pilihan pertamannya adalah sekolah yang ada di dekat rumahnya di Kabila. “Jadi tidak bisa calon siswa itu menyebrang ke sekolah di sebelah, supaya ini untuk pemerataan, karena ada juga orang tua yang suka pilih-pilih sekolah,”kata Husain Misa. Dijelaskannya, jika sistem zonasi ini tidak diberlakukan maka ada juga sekolah yang tidak mendapat siswa. Sistem ini tegas Husain.

bahkan sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun pelajaran 2017/2018. Ia menjelaskan, sistem zonasi ini dapat mengatasi pelajar yang menumpuk pada satu sekolah saja. Sehingga nantinya pemerataan jumlah siswa baru yang masuk merata.

“Kuota murid yang harus diterima setiap tahun ajaran baru untuk idealnya setiap kelas paling banyak murid 30 murid. Jumlah tersebut untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar. Setiap sekolah yang telah memenuhi kuota muridnya tidak boleh lagi menerima siswa baru. Sehingga SMP yang minim muridnya bisa menerima murid baru dan terpenuhi kuotanya,” jelas Husain.

Di Bone Bolango perbandingan jumlah kelulusan murid SD dan yang masuk SMP terpaut tipis. Jika yang lulus SD sebanyak 3 ribu, sementara jumlah murid yang masuk SMP hanya sekitar 2 ribuan lebih.

“Jadi sekolah diberi keleluasaan sesuai dengan daya tampung mereka. Kami juga sudah menghimbau kepada sekolah-sekolah supaya para calon siswa SMP diarahkan ke sekolah yang ada di daerah,” tandasnya. (ndi/gip/roy/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar