Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



SMK Butuh Perhatian, Komisi IV Angkat Bicara 

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 22 November 2018 | 02:30 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Hasil kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo ke sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di beberapa daerah pada Senin (19/11/2018), mengungkap persoalan berkaitan pengembangan sekolah yang berbasis vokasi (ketrampilan) itu. Komisi yang membidangi pendidikan itu mendapati sebagian besar SMK yang ada di Gorontalo terkendala dengan sarana prasarana pendukung.

Ini diakui Sekretaris Komisi IV, Hidayat Bouti saat diwawancarai usai kunjungan kerja. “Peralatan untuk praktek di beberapa SMK rata-rata sudah jadul atau ketinggalan zaman. Misalnya di SMK 3 yang dulunya adalah STM. Alat-alat praktek di sana rata-rata pengadannya 1989,” kata Hidayat Bouti.

Karena alat prakteknya lama, maka otomatis pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki siswa sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang. Sehingga menjadikan daya saing para lulusan menjadi tidak kompetitif.

“Pernah ada kerjasama dengan perusahaan elektronik untuk pemagangan. Tapi program itu dihentikan perusahaan, karena para siswa tidak piawai saat bekerja. Karena alat-alat yang digunakan di perusahaan sudah lebih modern dan maju,” ujarnya.

Tak memadainya sarana prasarana pendukung ini, disinyalir Hidayat Bouti sebagai salah satu faktor yang menyebabkan animo masyarakat untuk sekolah di SMK belakangan ini mengalami penurunan. Karena ketrampilan yang dimiliki para lulusan tidak kompetitif dengan permintaan pasar tenaga kerja.

“Bisa jadi ini memicu penurunan animo masyarakat untuk sekolah di SMK. Dan lebih memilih di SMA,” ungkapnya.

Padahal era perdagangan bebas dan globalisasi sekarang ini, justru membutuhkan SDM yang memiliki ketrampilan yang tinggi. Agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing. “Ini bisa jadi persoalan serius bagi pemerintah provinsi di masa mendatang,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu, Hidayat menyarankan pemerintah provinsi agar bisa menyikapi persoalan ini. Dengan mengalokasikan anggaran yang memadai bagi SMK. Untuk membantu persoalan sarana prasarana pendukung yang dihadapi.

“Anggaran pendidikan harus juga diarahkan untuk mendukung pengembangan SMK,” ujarnya. Selain itu, Komisi IV sambung Hidayat, akan berupaya untuk bisa menyampaikan persoalan ini ke kementerian/lembaga terkait di pemerintah pusat. “Harapannya agar mereka bisa membantu SMK di Gorontalo untuk pengadaan alat-alat praktek yang lebih mutahir dan moderen,” pungkas Hidayat. (rmb/gp/hg)

(Visited 17 times, 1 visits today)

Komentar