Jumat, 5 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Bocah 11 Tahun yang Hamil, Polisi Akan Tes DNA

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 29 Januari 2021 | 18:05 WITA Tag:
  Ilustrasi


Hargo.co.id, GORONTALO – Polres Gorontalo meminta keterangan dari tujuh orang saksi untuk mendalami kasus pencabulan yang dialami oleh seorang anak berumur 11 tahun di Kabupaten Gorontalo.

Kapolres Gorontalo AKBP. Ade Permana S.I.K, melalui Kasat Reskrim Gorontalo, Iptu Muhammad Nauval Seno mengatakan, berdasarkan laporan, kuat dugaan pelaku merujuk pada kakak ipar korban.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kemudian dari pelapor, dan juga korban bahwa yang melakukan adalah terlapor itu (kakak ipar korban). Hanya saja, itu tak diakui oleh kakak ipar korban,” ungkap Muhammad Nauval Seno, Kamis (28/01/2021).

BACA  Selang Januari-Februari, 7 Kasus Narkoba Berhasil Diungkap Polres Gorontalo Kota

Pihaknya, kata dia, saat ini tengah melakukan upaya penyidikan untuk mengungkap siapa bapak dari bayi yang di kandung oleh anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut.

“Untuk saat ini kasusnya sementara kami lakukan penyidikan. Kita akan cek DNA, karena yang terlapor tidak mengakui,” ucapnya.

Informasi yang berhasil dirangkum reporter Hargo.co.id, korban memang tidak tinggal serumah dengan ayah kandung dan ibu tirinya. Sebelum kejadian tersebut, korban memang telah tinggal serumah dengan kakak kandung dan kakak ipar korban.

Kecurigaan ibu tiri korban mulai muncul ketika berkunjung ke rumah kakak korban. Ia melihat  kondisi perut korban yang semakin membesar dan menanyakan hal tersebut kepada kakak kandung korban.

BACA  Tak Diberi Uang Oleh Istri, Suami Nekat Curi Sepeda Motor

Kakak kandung korban yang diduga tidak mengetahui hal tersebut menjawab bahwa perut korban mulai membesar karena sering mengkonsumsi minuman dingin.

“Pengakuannya (kakak korban), perut korban mulai membesar hanya kebanyakan minum minuman dingin. Tapi setelah ditanyakan berulang-ulang kepada korban dan lakukan pemeriksaan, korban dalam kondisi hamil dengan usia kandungan 8 bulan. Pengakuan korban, itu dilakukan berulang-ulang saat kakak korban sedang tak berada di rumah,” kata Muhammad Nauval Seno.

BACA  Polda Gorontalo Akan Menindak Tegas Soal Peredaran Narkoba

Mengetahui kejadian tersebut, ibu korban langsung memberitahu ke ayah kandung korban dan kemudian langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Kami menerima laporan dari orang tua korban. Terlapor laki-laki inisial RB. Nomor laporannya LP/301/XI/Res.1.24/2020.Spkt Res-Grntlo, tanggal 30 November 2020,” Ungkap Muhammad Nauval Seno.

“Kami akan melengkapi alat bukti terlebih dahulu untuk penetapan tersangka. Apabila terbukti melakukan kesalahan. Maka, terlapor akan terancam dijerat dengan hukuman 15 Tahun penjara,” kuncinya. (hiu/hg)


Komentar